kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sepekan ke depan, CPO berpotensi menguat


Kamis, 20 Oktober 2016 / 19:22 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) tertekan setelah ekspor Malaysia tercatat turun sehingga menunjukkan berkurangnya permintaan.

Mengutip Bloomberg, Kamis (20/10) pukul 16.59 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Januari 2017 di Malaysia Derivative Exchange tergerus 0,44% ke level RM 2.720 atau US$ 650,5 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir CPO menguat 3,6%.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, CPO sempat menguat mengikuti kenaikan harga minyak kedelai sebagai produk substitusinya. Harga minyak kedelai naik karena ada kesepakatan pembelian 5,1 juta ton minyak kedelai Amerika Serikat (AS) oleh China.

Setelah itu, data ekspor CPO Malaysia melukai pergerakan harga. Intertek Testing Services merilis ekspor CPO Malaysia periode 1 - 20 Oktober turun 12,4% menjadi 800.854 dibanding periode sama bulan sebelumnya. "Kenaikan harga CPO juga terbatas lantaran ada penguatan nilai tukar ringgit," kata Putu.

Dalam sepekan ke depan, Putu menduga CPO memiliki peluang menguat. Peningkatan harga minyak kedelai, tekanan pada ringgit hingga kenaikan permintaan dapat mendukung laju harga.

Terlihat selama pekan ini, harga CPO bertahan di atas RM 2.700 per metrik ton dengan dukungan harga minyak kedelai. Selain itu, India kemungkinan akan menambah impor CPO menjelang festival Diwali yang berlangsung di akhir Oktober.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×