Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat tertunda, PT Hillcon Tbk (HILL) akhirnya melanjutkan proses penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO). HILL menawarkan sebanyak-banyaknya 442,3 juta saham baru.
Jumlah itu mewakili 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan nilai nominal Rp 100 untuk setiap saham. Harga penawaran dipatok pada rentang Rp 1.250 sampai dengan Rp 2.000 per saham.
Dengan estimasi harga tersebut, HILL bisa mengantongi sebanyak-banyaknya Rp 884,6 miliar. Merujuk prospektus yang terbit di Harian KONTAN, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usaha, yakni PT Hillconjaya Sakti (HS).
Selanjutnya, HS akan menggunakan dana tersebut dengan rincian sekitar 55% untuk modal kerja terkait dengan biaya produksi penambangan. Termasuk biaya terkait bahan bakar, biaya overhead, dan pemeliharaan seluruh alat-alat berat.
Baca Juga: Produksi Batubara Tembus 294 Juta Ton, Pemerintah Revisi Target 2022?
Kemudian, sekitar 45% akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri atas pembelian alat-alat untuk mendukung kegiatan operasional HS di sektor nikel. Jenis alat yang akan dibeli yaitu berupa alat berat (main fleet dan supporting fleet) beserta sarana penunjang lainnya.
Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO Hillcon adalah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Macquarie Sekuritas Indonesia. Berikut jadwal IPO Hillcon:
1. Masa penawaran awal: 12 Januari - 26 Januari 2023
2. Perkiraan tanggal efektif: 7 Februari 2023
3. Perkiraan masa penarawan umum: 9 Februari - 13 Februari 2023
4. Perkiraan tanggal penjatahan: 13 Februari 2023
5. Perkiraan tanggal distribusi saham: 14 Februari 2023
6. Perkiraan tanggal pencatatan saham: 15 Februari 2023.
Baca Juga: Sebulan Berlalu, BEI Belum Juga Buka Kembali Perdagangan Saham Intraco Penta (INTA)
Sekadar mengingatkan, sebelumnya Hillcon (HILL) telah masuk masa periode bookbuilding pada 15 Juni - 29 Juni 2022, dengan perkiraan tanggal pencatatan saham pada 20 Juli 2022. Namun, proses IPO HILL mengalami pembatalan (canceled).
Kala itu, HILL menawarkan sebanyak-banyaknya 2.211.500.000 (2,21 miliar) saham atau mewakili 15% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nomimal Rp 20 setiap saham.
Harga penawaran pada rentang Rp 250 - Rp 400 setiap saham dengan jumlah dana yang dihimpun sebanyak-banyaknya Rp 884,6 miliar.
Merujuk pemberitaan Insight.Kontan, agenda IPO Hillcon harus tertunda karena muncul gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh PT Intraco Penta Prima Servis, anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA). Gugatan diajukan terhadap PT Hillconjaya Sakti, anak usaha Hillcon.
Baca Juga: Produksi TBS dan CPO Astra Agro Lestari (AALI) Menurun, Ini Faktor Penyebabnya
Akibat adanya gugatan PKPU tersebut, Hillcon harus memberikan penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Meski, PKPU yang didaftarkan pada 22 Juni 2022 itu pada akhirnya dicabut oleh Intraco Penta Prima Servis, namun hal ini sudah terlanjut menghambat proses IPO Hillcon.
Sebagai informasi, Hillcon merupakan perusahaan holding, aktivitas konsultasi manajemen serta jasa pertambangan dan jasa konstruksi melalui anak usaha. Hillcon memiliki pengalaman yang tinggi sebagai kontraktor pertambangan batubara dan mineral, kontraktor sipil, pekerjaan tanah, konstruksi daerah sungai, dan bendungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













