Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengumumkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Selama semester I-2026, ARCI meraih pertumbuhan kinerja positif baik dari sisi top line maupun bottom line.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ARCI meningkat 67,48% year on year (yoy) menjadi US$ 322,29 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 192,43 juta.
Mayoritas pendapatan ARCI pada semester I-2026 berasal dari segmen penambangan emas yakni US$ 252,70 juta. ARCI juga mencatat pendapatan dari perdagangan dan pengolahan emas senilai US$ 69,59 juta.
Bersamaan dengan itu, beban pokok penjualan ARCI naik 53,70% yoy menjadi US$ 176,28 juta pada semester I-2026, dari sebelumnya yaitu US$ 114,69 juta.
Baca Juga: Wadirut GOTO Catherine Hindra Sutjahyo Mundur, Ada Apa?
Dengan hasil ini, ARCI mengantongi laba bruto sebesar US$ 146,01 juta pada semester I-2026 atau melesat 87,82% yoy dibandingkan laba bruto semester I-2025 sebesar US$ 77,74 juta.
ARCI juga meraih kenaikan laba usaha sebesar 97,40% yoy menjadi US$ 145,96 juta semester I-2026, dibandingkan periode sebelumnya yaitu US$ 73,94 juta.
Capaian ini dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan operasi lain sebesar 209,32% yoy dari US$ 2,68 juta pada semester I-2025 menjadi US$ 8,29 juta pada semester I-2026. Selain itu, ARCI mampu memangkas beban operasi lain sebesar 1470% yoy dari US$ 1,15 juta pada semester I-2025 menjadi US$ 985.072 pada semester I-2026.
Hingga akhir semester I-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ARCI melonjak 132,81% yoy menjadi US$ 80,25 juta. Sedangkan pada semester I-2025, emiten ini membukukan laba bersih US$ 34,47 juta.
Per 30 Juni 2026, ARCI memiliki total aset senilai US$ 1,07 miliar atau naik 3,88% dibandingkan total aset perusahaan pada akhir 2025. Nilai aset ARCI hingga akhir semester I-2026 terdiri dari liabilitas sebesar US$ 660,97 juta dan ekuitas sebesar US$ 413,64 juta.
Baca Juga: Mengulik Strategi Investasi Miming Satyono, Founder Samuel Tumbuh Bersama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














