kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Semester I-2022, Profitabilitas Sampoerna Agro Tumbuh 39%


Sabtu, 17 September 2022 / 06:30 WIB
Semester I-2022, Profitabilitas Sampoerna Agro Tumbuh 39%

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mencatatkan laba bersih yang menguat hingga 39% secara tahunan atau year on year (YoY)  menjadi Rp 539 miliar di semester I 2022. Naiknya laba bersih tersebut karena ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP).  

Sebagai informasi, harga pasar minyak sawit (CPO) tetap menguat dengan harga rata-rata RM 6.453/ton pada triwulan kedua 2022 dibandingkan dengan triwulan pertama 2022 sebesar RM 6.166 per ton. 

Menguatnya harga minyak nabati saat ini dibayangi oleh sejumlah sentimen seperti ketegangan geopolitik di Ukraina yang masih berlanjut, kekurangan tenaga kerja di Malaysia, kenaikan harga minyak mentah, serta perubahan kebijakan regulasi di negara-negara produsen dan pengekspor. Sejumlah faktor tersebut menyebabkan harga CPO melonjak sebesar 55% YoY menjadi RM6.309/ton selama paruh pertama tahun 2022. 

Baca Juga: Sampoerna Agro (SGRO) Berharap Produktivitas Kebun Sawit Meningkat di Sisa Tahun Ini

CEO Sampoerna Agro, Budi Halim menjelaskan menguatnya harga CPO yang mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada periode kuartal I 2022 dan dampak dari pulihnya produksi TBS di kuartal II 2022 menguatkan profitabilitas SGRO di semester I 2022. 

“Dengan demikian, Perseroan berhasil membukukan EBITDA yang kokoh sebesar Rp1,1 triliun di semester I 2022,” ujarnya dalam Public Expose Live 2022, Jumat (16/9). 

Berkat menguatnya harga CPO di awal tahun 2022, harga jual rata-rata (ASP) Sampoerna Agro mencapai sekitar Rp 14.800/kg pada semester I 2022, meningkat 48% YoY dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pada paruh pertama di tahun ini, inti sawit (PK) merupakan produk penyumbang penjualan terbesar kedua, harga jual rata-ratanya sekitar Rp 10.800/kg pada semester I 2022 atau meningkat 63% yoy dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. 

Kendati profitabilitas SGRO meningkat, emiten sawit ini  membukukan total penjualan Rp 2,6 triliun atau turun 2% yoy. Budi menjelaskan,  penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari CPO yang merupakan penyumbang pendapatan terbesar. 

“Pendapatan dari CPO turun 6% yoy akibat volume penjualan CPO yang lebih rendah. Di sisi lain, PK mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 32% YoY, ditopang oleh penguatan harga rata-rata PK,” jelasnya. 

Baca Juga: Ini Faktor Pendorong Laba Bersih Sampoerna Agro (SGRO) Naik di Semester I-2022

Penyumbang penjualan terbesar ketiga dari segmen kecambah dengan merk dagang DxP Sriwijaya yang berhasil menduduki pangsa pasar di posisi kedua terbesar di Indonesia. Penjualan dari DxP Sriwijaya pada semester I 2022 sebesar Rp 84 miliar, atau sekitar 3% dari total penjualan konsolidasian. 

Budi memaparkan, penjualan dari DxP Sriwijaya tahun ini semakin cemerlang dari tahun sebelumnya karena mengalami kenaikan 15% yoy jika dibandingkan semester I 2021. “Hal ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan sebesar 17% YoY menjadi 10 juta butir kecambah,” terangnya. 

Budi menjelaskan, kondisi cuaca yang mendukung telah meningkatkan kegiatan panen SGRO pada kuartal kedua tahun 2022, sehingga menghasilkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih baik. 

Total produksi TBS, termasuk pembelian dari pihak eksternal pada kuartal II 2022 mencapai 462.000 ton atau meningkat 42% quarter to quarter (QoQ) dibandingkan kuartal I 2022. Namun, kalau dibandingkan dengan kuartal I 2021, produksi TBS SGRO turun 2% YoY.

“Akan tetapi, dampak dari kondisi cuaca yang kurang mendukung di kuartal I 2022 menyebabkan total produksi TBS turun sebesar 19% YoY menjadi 787 ribu ton di semester I 2022,” ungkapnya. 

Budi menegaskan, Sampoerna Agro berupaya untuk meningkatkan daya saing secara berkesinambungan yang dijalankan oleh manajemen seperti peningkatan kualitas posisi keuangan dan kinerja operasional.

 

 

Secara umum, Budi melihat prospek bisnis SGRO ke depannya cukup baik, didukung oleh profil tanaman sawit yang masih berada dalam masa produktif dan ditopang oleh kegiatan intensifikasi kebun yang akan terus berjalan dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, adanya peningkatan produksi dari kebun inti serta proporsi panen yang semakin merata turut menambahkan optimisme manajemen dalam melihat kinerja yang baik bagi Sampoerna Agro. 

“Didukung oleh kondisi cuaca yang baik, profil perkebunan serta kesinambungan perusahaan dalam mengoptimalkan produksi melalui intensifikasi, kami berharap produksi kelapa sawit dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang dan mencapai puncak produksinya sekitar bulan September atau Oktober 2022,” tandas Budi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×