Reporter: Anna Suci Perwitasari, Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini Sabtu (29/10) di Logam Mulia Antam, kadar 24 karat, turun Rp 5.000 per gram. Dari sebelumnya Rp 944.000 per gram, harga emas hari ini menjadi Rp 939.000 per gram
Harga buyback emas hari ini di Logam Mulia turun lebih dalam, Rp 9.000 per gram. Dari sebelumnya Rp 836.000 per gram, harga buybcak emas Antam hari ini Rp 832.000 per gram.
Dengan demikian, selisih antara harga emas Antam hari ini dan harga buyback emas antam adalah Rp 116.000 per gram.
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).
Harga emas Antam hari ini yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia.
Adapun harga buyback emas Antam hari ini di atas adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Menjadi Rp 939.000 Per Gram Pada Hari Ini (29/10)
Sebagai ilustrasi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 939.000 per gram.
Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 832.000 per gram oleh Logam Mulia.
Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.
Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Baca Juga: KIlau Makin Meredup, Harga Emas Spot Ditutup Anjlok 1%
Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.
- Membeli emas pada 22 Oktober 2022 (Rp 945.000 per gram) = -12.91% (rugi)
- Membeli emas pada 29 September 2022 (Rp 942.000 per gram) = -12.63% (rugi)
- Membeli emas pada 29 Juli 2022 (Rp 982.000 per gram) = -16.19% (rugi)
- Membeli emas pada 29 April 2022 (Rp 975.000 per gram) = -15.59% (rugi)
- Membeli emas pada 29 Januari 2022 (Rp 928.000 per gram) = -11.31% (rugi)
- Membeli emas pada 29 Oktober 2021 (Rp 931.000 per gram) = -11.60% (rugi)
- Membeli emas pada 29 Juli 2021 (Rp 945.000 per gram) = -12.91% (rugi)
- Membeli emas pada 29 April 2021 (Rp 931.000 per gram) = -11.60% (rugi)
- Membeli emas pada 29 Januari 2021 (Rp 954.000 per gram) = -13.73% (rugi)
Harga Emas Dunia Juga Ambles Dalam
Harga emas di pasar internasional turun lebih dari 1% setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi AS naik.
Sentimen datang dari ekspektasi di sekitar kenaikan suku bunga besar dan kuat dari Federal Reserve AS yang mengadakan pertemuan minggu depan.
Jumat (28/10), harga emas spot ditutup anjlok 1,11% ke US$ 1.644,86 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2022 juga turun 1,3% ke US$ 1.644,8 per ons troi.
Dengan penutupan itu, emas spot melemah 0,8% di pekan ini. Setali tiga uang, harga emas berjangka juga terlihat melemah 0,7% dalam seminggu terakhir.
Belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS, naik 0,6% bulan lalu, kata Departemen Perdagangan.
"Ada kekhawatiran bahwa PCE inti pada 0,5% bulanan atau 6% pada basis tahunan akan membuat The Fed relatif lebih agresif dan perlambatan kenaikan akan terjadi lebih lambat daripada lebih cepat," kata Tai Wong, Senior Trader di Heraeus Precious Metals di New York.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian (29/10): Emas Antam dan UBS Kompak Longsor
Wong menambahkan bahwa pergerakan emas sedikit mengecewakan di minggu ini, mengingat imbal hasil obligasi dan dolar bergerak lebih rendah, yang seharusnya membuat emas menuju US$ 1.700.
Dolar naik 0,3% terhadap para pesaingnya setelah data ekonomi AS, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil US Treasury tenor acuan 10 tahun juga naik.
The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan kebijakan pada 1-2 November. Untuk Desember, sebagian besar pedagang mengharapkan kenaikan 50 basis poin.
Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, sambil meningkatkan dolar.
"Kenaikan suku bunga 75 basis poin lainnya umumnya diantisipasi setelah inflasi AS tetap tinggi lagi pada September," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.













