kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.972   -41,00   -0,23%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Selain kartu kredit, OJK juga kaji alat pembayaran lain untuk beli saham


Selasa, 26 Maret 2019 / 12:51 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak hanya berpotensi menjadikan kartu kredit sebagai alat pembayaran untuk membeli saham di pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah mengkaji kemungkinan alat pembayaran lain untuk bertransaksi saham ke depannya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji kemungkinan menjadikan kartu kredit sebagai alat pembayaran untuk membeli saham. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bagi uang elektronik atau yang dikenal emoney dijadikan sebagai alat pembayaran belanja saham.

"Sekarang lagi kita pelajari. Dengan berkembangnya teknologi, pembayaran (beli saham) ke depan bisa pakai emoney, bukan hanya kartu kredit," kata Hoesen, Selasa (26/3).

Dia menjelaskan, penggunaan kartu kredit untuk membeli saham perlu dilihat dari sisi sebagai alat pembayaran. Sehingga, terkait risikonya (net performing loan) pun bisa terjadi bukan hanya karena transaksi beli saham.

"Semua (OJK jajaki), kalau bisa bayar pakai yang lain, boleh. Risiko apa? Kalau beli baju paka kartu kredit apa ada risikonya? ya seperti itu," jelasnya.

Bahkan, Hoesen mengungkapkan belum ada rencana untuk bekerja sama dengan pihak perbankan. Terutama membahas dari risiko kenaikan NPL yang bisa terjadi akibat menjadikan kartu kredit sebagai alat pembayaran saham.

"Enggak ada (kerja sama dengan perbankan), itu kan antara pelaku bisnis saja," tandasnya.

Asal tahu saja, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk menjadikan kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran investor dalam bertransaksi saham. Harapannya, ke depan tidak ada alasan lagi bagi investor untuk bisa berinvestasi di pasar modal.

Sebelumnya Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, saat ini pihaknya masih dalam proses kajian terkait memungkinkan atau tidaknya menjadikan kartu kredit sebagai alat pembayaran di pasar modal.

"Tapi itu bukan beli saham secara langsung, jadi yang dibeli adalah reksadana bukan saham," kata Inarno saat dihubungi Kontan, Selasa (19/3).

Meskipun masih dalam kajian, Inarno menjelaskan kemungkinan menggunakan kartu kredit sebagai alat transaksi pembayaran bakal dilakukan lewat reksadana. Sehingga, secara tidak langsung saat investor membeli reksadana, memungkinkan untuk selanjutnya dananya digunakan untuk membeli saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×