kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.539   39,00   0,22%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Selain emas, obligasi juga menjadi safe haven yang layak dilirik


Minggu, 19 April 2020 / 21:05 WIB
ILUSTRASI. Obligasi


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

Namun, Ramdhan memiliki alternatif safe haven lain yang dianggapnya lebih menarik untuk saat ini, yaitu obligasi atau surat utang negara (SUN). Dengan tren yield atau imbal hasil yang sudah berada di atas level 8% untuk SUN tenor 10 tahun, dia menilai sekarang waktu yang tepat untuk memburu obligasi.

"Obligasi jadi instrumen yang menarik, selain yield yang sudah tinggi, marketnya mulai stabil dan yield cenderung flat sehingga menarik untuk jangka menengah," ujarnya.

Baca Juga: Emas ke level tertinggi lebih sepekan jelang libur Natal dan Tahun Baru

Apalagi, usai investor asing melakukan aksi net sell hingga ratusan triliun, maka prospek obligasi justru menjadi semakin menarik. Ramdhan cukup optimistis ke depan asing akan kembali masuk dan pasar Indonesia sebagai negara emerging market akan kembali menjadi incaran.

Adapun untuk safe haven lainnya seperti dollar AS, Ramdhan menilai prospeksnya akan sedikit lesu ke depan. Kondisi tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi AS yang cenderung mencatatkan kinerja negatif, di sisi lain Bank Indonesia (BI) terus gelontorkan stimulus dan menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil dan berhasil ditutup menguat akhir pekan lalu di level Rp 15.465 per dollar AS menurut data Bloomberg, Jumat (17/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×