kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Selain Astra (ASII), penjualan mobil merek lain juga turun, ini penyebabnya


Selasa, 16 Juli 2019 / 22:01 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Internasional Tbk (ASII) menyebut pasar otomotif dalam negeri pada semester satu ini masih lesu. Kelesuan pasar otomotif tersebut tak hanya dirasakan oleh Astra, melainkanjuga oleh perusahaan otomotif lain juga mengalami penurunan penjualan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil non-Astra turun hingga 20,05% yoy. Semester satu tahun lalu penjualan mobil non-Astra tercatat mencapai 285.290 unit, sementara semester satu tahun ini penjualan hanya tercatat 228.088 unit.

Baca Juga: Penjualan otomotif lesu, saham Astra International (ASII) direkomendasikan hold

Penurunan terbesar terjadi pada penjualan mobil dengan merek Suzuki yang turun 23,6% dari 60.930 unit menjadi 46.557 pada semester satu ini. Penurunan tersebut diikuti penjualan Mitsubishi dan Honda yang masing-masing turun 19,17% yoy dan 22,95% yoy.

Meskipun demikian, penjualan mobil Nissan masih mencatat kenaikan 49,1% dari 4.813 unit menjadi 7.176 unit. Hanya saja kenaikan penjualan Nissan ini tak mampu menutupi penurunan penjualan secara keseluruhan.

Baca Juga: Astra International (ASII) menyebut pasar otomotif masih lesu

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan bahwa penurunan tersebut terkait dengan perubahan perilaku masyarakat. "Karena menurunnya kendaraan pribadi sejak banyaknya fasilitas umum," imbuh dia.

Sementara itu Analis reliance Sekuritas Kornelis Pandu melihat, penurunan penjualan terjadi karena adanya Pemilu pada semester satu. Gelaran politik tersebut menyebabkan masyarakat menahan pengeluaran. "Iya menahan pengeluaran dulu menunggu ada kepastian," jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×