kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

BEI Berencana Mengevaluasi Mekanisme Full Call Auction, Kriteria Bakal Dipangkas


Minggu, 22 Februari 2026 / 14:24 WIB
BEI Berencana Mengevaluasi Mekanisme Full Call Auction, Kriteria Bakal Dipangkas
ILUSTRASI. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk mengevaluasi papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA), yang akan ditargetkan tuntas pada kuartal II-2026. 

Pejabat Sementara Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan evaluasi merupakan bagian dari peninjauan berkala atas seluruh kebijakan BEI, termasuk full call auction. 

Dia menilai masih ada ruang bagi BEI untuk melakukan penyempurnaan atas perbaikan terhadap kebijakan tersebut, yang diharapkan akan meningkatkan transparansi.  

Baca Juga: Terkoreksi 22%, Bagaimana Prospek Pergerakan Harga Bitcoin di Kuartal I – 2026?

“Dengan transparansi yang lebih tinggi tentu itu akan berdampak apakah sebagian atau seluruh kriteria yang ada di papan pemantauan khusus itu masih diperlukan,” jelasnya saat ditemui di Gedung BEI akhir pekan lalu. 

Saat disinggung soal perubahan mekanisme perdagangan kembali menjadi continuous auction, Jeffrey bilang semua kemungkinan terbuka lebar dan mungkin saja terjadi. 

Pasalnya, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell pada 2024 pernah menyoroti kebijakan full periodic call auction BEI usai saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk ke dalam papan pemantauan khusus. 

Karena itu BREN batal masuk dalam FTSE Global Equity Index pada rebalancing Juni 2024. FTSE menyoroti mekanisme lelang berkala dengan order book tertutup atau blind order book yang dinilai mengurangi transparansi. 

Baca Juga: Terkoreksi 3,27% dalam Sepekan, Harga Bitcoin di Level US$ 67.900

“Namun yang akan ditinjau ulang sebagian besar terkait dengan pengurangan kriteria, tidak akan ada tambahan kriteria. Untuk mekanisme full call auction akan kami sampaikan berikutnya,” ucap Jeffrey.

Jeffrey bilang karena saat ini BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih fokus dengan MSCI dan FTSE, peninjauan ulang akan ditargetkan rampung pada kuartal II-2026. 

“Karena saat ini kami masih fokus dengan pengembangan untuk FTSE dan MSCI itu mungkin secepat-cepatnya akan kami lakukan di kuartal kedua,” katanya. 

Selanjutnya: Lion Parcel Siapkan Strategi Distribusi Hadapi Pembatasan Angkutan Lebaran 2026

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×