kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

BEI Berencana Mengevaluasi Mekanisme Full Call Auction, Kriteria Bakal Dipangkas


Minggu, 22 Februari 2026 / 14:24 WIB
BEI Berencana Mengevaluasi Mekanisme Full Call Auction, Kriteria Bakal Dipangkas
ILUSTRASI. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk mengevaluasi papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA), yang akan ditargetkan tuntas pada kuartal II-2026. 

Pejabat Sementara Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan evaluasi merupakan bagian dari peninjauan berkala atas seluruh kebijakan BEI, termasuk full call auction. 

Dia menilai masih ada ruang bagi BEI untuk melakukan penyempurnaan atas perbaikan terhadap kebijakan tersebut, yang diharapkan akan meningkatkan transparansi.  

Baca Juga: Terkoreksi 22%, Bagaimana Prospek Pergerakan Harga Bitcoin di Kuartal I – 2026?

“Dengan transparansi yang lebih tinggi tentu itu akan berdampak apakah sebagian atau seluruh kriteria yang ada di papan pemantauan khusus itu masih diperlukan,” jelasnya saat ditemui di Gedung BEI akhir pekan lalu. 

Saat disinggung soal perubahan mekanisme perdagangan kembali menjadi continuous auction, Jeffrey bilang semua kemungkinan terbuka lebar dan mungkin saja terjadi. 

Pasalnya, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell pada 2024 pernah menyoroti kebijakan full periodic call auction BEI usai saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk ke dalam papan pemantauan khusus. 

Karena itu BREN batal masuk dalam FTSE Global Equity Index pada rebalancing Juni 2024. FTSE menyoroti mekanisme lelang berkala dengan order book tertutup atau blind order book yang dinilai mengurangi transparansi. 

Baca Juga: Terkoreksi 3,27% dalam Sepekan, Harga Bitcoin di Level US$ 67.900

“Namun yang akan ditinjau ulang sebagian besar terkait dengan pengurangan kriteria, tidak akan ada tambahan kriteria. Untuk mekanisme full call auction akan kami sampaikan berikutnya,” ucap Jeffrey.

Jeffrey bilang karena saat ini BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih fokus dengan MSCI dan FTSE, peninjauan ulang akan ditargetkan rampung pada kuartal II-2026. 

“Karena saat ini kami masih fokus dengan pengembangan untuk FTSE dan MSCI itu mungkin secepat-cepatnya akan kami lakukan di kuartal kedua,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×