kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Sektor Kesehatan Tumbuh Pesat di 2025, Cek Prospek dan Rekomendasi Sahamnya di 2026


Sabtu, 03 Januari 2026 / 12:18 WIB
Sektor Kesehatan Tumbuh Pesat di 2025, Cek Prospek dan Rekomendasi Sahamnya di 2026
ILUSTRASI. Mayapada Hospital SRAJ (KONTAN/Daniel Prabowo). Sektor kesehatan catat pertumbuhan 43,78% di 2025, didorong saham lapis kedua. Analis bahas prospek & risiko investasi untuk 2026.


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

"Dari sisi kinerja keuangan, sebagian emiten second liner masih mencatatkan kerugian atau profitabilitas yang belum stabil. Kenaikan harga saham lebih mencerminkan ekspektasi investor terhadap masa depan," ujarnya.

Ekky memproyeksikan, meski prospek sektor kesehatan tetap positif secara struktural, potensi penguatannya pada 2026 tidak akan seagresif tahun lalu. 

Permintaan layanan kesehatan, baik rumah sakit, farmasi, maupun alat kesehatan, diperkirakan tetap stabil dan defensif. Namun, pasar akan lebih selektif, menuntut realisasi pertumbuhan laba, efisiensi operasional, dan return yang jelas dari belanja modal.

Baca Juga: Sektor Mamin Tumbuh 6,15%, Industri Biskuit Diprediksi Stabil

Selain itu, dengan valuasi yang sudah naik pada sebagian saham kesehatan, risiko koreksi jangka pendek perlu diantisipasi. 

Ekky menyarankan pendekatan selektif, terutama pada emiten besar seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), yang dinilai memiliki valuasi lebih rasional dan fundamental lebih stabil.

Untuk saham lapis kedua, Ekky menyoroti PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) sebagai saham yang menarik karena konsisten melakukan ekspansi bisnis.

"Volatilitas saham second liner cenderung tinggi dan sangat sensitif terhadap sentimen pasar, sehingga manajemen risiko menjadi penting," kata Ekky.

Baca Juga: Sejumlah Ekonom Proyeksikan Bisnis Perbankan pada Tahun 2026 Akan Tumbuh Moderat

Sementara itu, Indy menilai PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masih menarik untuk dikoleksi. Saham MIKA didukung fundamental yang solid dan posisi keuangan kuat, dengan target harga Rp 2.770 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×