kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Sejumlah Sentimen Ini Jadi Penggerak Harga CPO pada Tahun 2023


Rabu, 04 Januari 2023 / 20:27 WIB
Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) di Kalimantan Timur. Sejumlah Sentimen Ini Jadi Penggerak Harga CPO pada Tahun 2023.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

Sementara sentimen positif bisa datang dari Pemerintah China yang saat ini telah berkomitmen untuk mencabut kebijakan ketat terkait Covid-19. Langkah kebijakan tersebut dinilai akan berdampak pada pembukaan jalur logistik kegiatan ekspor dan impor China yang selama ini dihentikan.

"Permintaan juga berpotensi meningkat dalam waktu dekat dengan adanya perayaan Tahun Baru China," terang Girta.

Konflik geopolitik Ukraina yang diperkirakan masih akan berlanjut di 2023 turut berdampak positif terhadap harga CPO.

Perang tersebut berpotensi membuat harga minyak nabati menguat dengan adanya gangguan pada jalur distribusi utama Laut Hitam. Sebagai produk substitusi, kenaikan harga minyak nabati akan mendongkrak kenaikan harga CPO.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan Emiten Barang Konsumen Primer di Tahun 2023

Kenaikan suku bunga yang berpotensi mendorong terjadinya resesi diakui menjadi salah satu sentimen negatif bagi permintaan CPO.

Namun, Girta menilai hal tersebut masih dapat disiasati dengan pemberian insentif misalnya diskon atau harga murah dari negara penjual ataupun pengurangan bea impor di negara importir utama. Sehingga permintaan tidak terlalu tergerus oleh resesi.

Girta memperkirakan harga CPO akan bergerak pada level resistance di kisaran harga MYR 5.000-5.250/ton di pertengahan tahun 2023. Namun apabila terdapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga MYR 3.000-2.750/ton.

Mengutip Tradingeconomics pada Rabu (4/1) pukul 19.15 WIB, harga CPO berada di level MYR 4.169 per ton. Angka ini sudah melemah 1,89% secara harian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×