kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sejumlah saham jadi laggard IHSG, begini prospeknya menurut analis


Rabu, 15 Januari 2020 / 07:35 WIB
Sejumlah saham jadi laggard IHSG, begini prospeknya menurut analis
ILUSTRASI. Pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (13/1). Di awal tahun 2020 ini, BEI mencatat sepuluh saham yang menjadi laggard atau pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/13/01/2020

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, TPIA berencana membangun kompleks pabrik baru dengan nilai investasi US$ 5 miliar atau sekitar Rp 70 triliun. 

Demi pembangunan tersebut, TPIA tengah mencari investor strategis untuk masuk ke anak usahanya yaitu Chandra Asri Perkasa. Sebagai sumber alternatif pendanaan lain, TPIA akan menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 7,17 miliar saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham.

Baca Juga: IHSG menguat empat hari beruntun, bagaimana Kamis (15/1)?

Selanjutnya, Dimas memprediksi saham MIKA juga dapat tumbuh kembali seiring dengan ekspansi rumah sakit. Tahun ini, MIKA berencana untuk menambah tiga rumah, di luar dari jumlah rumah sakit yang akan diakuisisi. 

Sementara itu, peluang pertumbuhan saham IPTV seiring dengan kenaikan pendapatan usai mengakuisisi Link Net. Perusahaan ini  menargetkan mampu mengantongi pertumbuhan pendapatan dua kali lipat pada tahun 2020, yakni sebesar Rp 8 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 1,3 triliun-Rp 1,4 triliun. 




TERBARU

Close [X]
×