kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,63   5,97   0.66%
  • EMAS961.000 -1,64%
  • RD.SAHAM 1.17%
  • RD.CAMPURAN 0.57%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Sejumlah perusahaan masih mengantre IPO di penghujung tahun 2020


Jumat, 23 Oktober 2020 / 21:57 WIB
Sejumlah perusahaan masih mengantre IPO di penghujung tahun 2020
ILUSTRASI. IPO BESS-Pencatatan perdana saham PT Batuliscin Nusantara Maritim (BESS) di Bursa Efek INdonesia (BEI). Resmi melantai, saham Batulicin Nusantara Maritim (BESS) melesat 69,52%.

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana hajatan initial public offering (IPO) tetap marak di tengah pandemi Covid-19. Bursa Efek Indonesia mencatat ada sebanyak 46 perusahaan yang melaksanakan IPO hingga 22 Oktober 2020.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, ada 17 perusahaan yang antre untuk melakukan pencatatan saham. "Dari 17 perusahaan yang masih menjalani proses evaluasi penawaran umum diperkirakan aksi IPO-nya akan terjadi di bulan November-Desember 2020," ungkapnya, Jumat (23/10).

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, penggalangan dana melalui IPO masih ramai di tengah pandemi karena calon emiten memang membutuhkan likuiditas untuk kegiatan operasional, ekspansi, ataupun pembayaran utang.

Di lain sisi, pelaku pasar yang lebih berhati-hati dalam investasi juga jadi salah satu tantangan untuk calon emiten yang mencari pendanaan.

Baca Juga: Tokopedia memastikan akan melantai di bursa saham

Untuk saham-saham baru ini, Reza menyarankan investor lebih baik menunggu laporan kinerjanya lebih dulu. "Ibaratnya kan barang baru, belum tahu gimana ritmenya, bagaimana kinerja historis sahamnya, volumenya, dan siapa aja pihak-pihak yang trading atau invest di balik saham-saham tersebut," katanya, Jumat (23/10).

Akan tetapi, kata Reza, investor bisa saja mencoba peruntungan di saham-saham IPO jika hanya mengejar profit 10%-20% dalam beberapa hari pascalisting. Selain itu, pelaku pasar bisa mencermati kondisi calon emiten dari prospektus yang disajikan.

Sebagai informasi dari 17 calon emiten yang akan IPO, 6 perusahaan berasal sektor perdagangan, jasa, dan investasi, 3 perusahaan berasal dari sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan, kemudian 2 peruahaan dari sektor industri barang konsumsi.

Selanjutnya 2 perusahaan berasal dari sektor aneka industri, 2 perusahaan dari sektor pertanian, dan 1 perusahaan dari sektor finance. Menurut Reza, pada dasarnya semua sektor menjanjikan sepanjang memang iklim industrinya mendukung.

"Misalnya saja sektor properti, bisa dikatakan sektor properti terkena dampak dari adanya pandemi, tapi beberapa emiten properti justru mampu mencatatkan kenaikan pre salesnya. Maka dari itu, tergantung dari kinerja fundamentalnya," tutupnya.

 

Selanjutnya: Sejumlah unicorn Indonesia mulai ancang-ancang untuk IPO

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×