kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,90   15,53   2.01%
  • EMAS1.029.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Sejumlah bank sentral gelar pertemuan dan timbang penggunaan mata uang digital


Rabu, 22 Januari 2020 / 19:43 WIB
Sejumlah bank sentral gelar pertemuan dan timbang penggunaan mata uang digital
ILUSTRASI. Sejumlah bank sentral dunia berkumpul membahas mengenai kemungkinan menerbitkan mata uang kripto.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank sentral dunia berkumpul membahas mengenai kemungkinan menerbitkan mata uang kripto. Hal ini disebabkan penggunaan uang tunai yang semakin berkurang dan orang-orang lebih memilih menggunakan uang elektronik.

Bank sentral Eropa, Inggris, Jepang, Kanada, Swiss, dan Swedia terpantau menghadiri perkumpulan tersebut. Seperti dilansir Reuters, dalam sebuah pernyataan, Selasa (21/1), disebutkan bahwa mereka menimbang kemungkinan penggunaan mata uang digital di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Tokocrypto mulai perdagangkan Ziliqa (ZIL)

Pertemuan ini sendiri imbas dari peluncuran Libra, sebuah proyek mata uang digital yang didukung oleh Facebook. Libra sendiri diharapkan menjadi mata uang digital yang dikaitkan dengan mata uang yang ada.

“Keputusan terakhir (oleh enam bank sentral) bukan hanya tentang berbagi informasi. Ini juga merupakan upaya untuk menjaga pengawasan terhadap Libra," ujar Yamaoka, perwakilan dari Bank Sentral Jepang seperti dikutip Reuters.

Yamaoka menilai Libra punya potensi membuat biaya transaksi lebih murah dan bank-bank sentral utama sudah seharusnya membuat upaya pengembagan teknologi yang digital lebih baik. Hal ini bertujuan membuat mereka bisa lebih bersaing.

Pertemuan ini dinilai COO Tokocrypto Teguh Harmanda memberi sedikit banyak memberi imbas positif terhadap pergerakan bitcoin. “Hal ini menunjukkan mulai banyak institusi yang secara langsung menganggap digital currency lebih efektif dan efisien,” ujar Teguh kepada Kontan.co.id, Rabu (22/1).

Namun Teguh menilai, besar kemungkinan setiap bank sentral hanya akan menerapkan stable coin yang memiliki underlying aset tertentu seperti mata uang lokal.

“Bitcoin punya konsep yang berbeda karena harganya dipengaruhi supply dan demand. Tapi sentimen bank sentral justru akan meningkatkan kepercayaan dan demand terhadap bitcoin,” imbuh Teguh.

Baca Juga: Tren kenaikan harga bitcoin diprediksi masih akan berlanjut

Merujuk Coindesk, saat ini satu bitcoin dihargai senilai dengan $8.647,53. Harga tersebut melemah tipis 0,03% dibandingkan sehari yang lalu.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×