kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Sejumlah analis beri lampu kuning saham-saham sektor manufaktur, simak rekomendasinya


Selasa, 01 Oktober 2019 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas perdagangan pasar modal


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

Lalu saham ASII yang valuasi sedang turun sehingga investor bisa wait and see. Menurut Sukarno di tengah kontraksi ekonomi, saat ini belum masuk waktu yang tepat untuk membeli.

Adapun saham SMAR dan INDR menurut Sukarno secara teknikal masih dalam tren menurun dan kurang menarik valuasi sahamnya.

Di luar dari saham yang mesti dihindari, investor bisa mencermati saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) sebab sahamnya dalam tren naik dan akan kena angina segar di 2020 dari peningkatan konsumsi sawit atau program B30 yang sebelumnya B20.

Kemudian PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) karena secara teknikal ada peluang meningkat dan akan menjadi pilihan untuk dikoleksi dengan isu resesi Amerika Serikat di tahun depan.

Baca Juga: Meski kredit melambat, namun bank besar masih catat kinerja mumpuni

Adapun investor disarankan beli saham TBLA dan UNVR di harga sekarang atau buy on weakness saham UNVR di target harga Rp 50.050 dan saham TBLA di Rp 1.130.

Di sektor farmasi Sukarno merekomendasikan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) karena dinilai layak beli jika dibandingkan saham emiten farmasi lainnya.

Namun, Sukarno mengingatkan pergerakan saham KLBF secara minor cenderung sideways sehingga ada baiknya investor sabar menunggu sebab kinerjanya masih berpotensi tumbuh. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×