kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Segmen DOC dan Livebird Topang Kinerja Japfa (JPFA) di Tengah Tekanan Beban Bunga


Senin, 02 November 2026 / 11:57 WIB
Segmen DOC dan Livebird Topang Kinerja Japfa (JPFA) di Tengah Tekanan Beban Bunga
ILUSTRASI. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (NULL/NULL)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mulai mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal III-2026. Pemulihan terutama datang dari segmen anak ayam umur sehari (DOC) dan ayam pedaging (livebird).

Namun, peningkatan beban keuangan membuat pertumbuhan laba perusahaan belum sesuai harapan analis.

Pada kuartal III-2026, JPFA membukukan laba bersih Rp 756 miliar. Angka tersebut naik 15% dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq), meski masih turun 36% secara tahunan (yoy).

Secara kumulatif, laba bersih JPFA sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 3,23 triliun, tumbuh 34% yoy. Namun, realisasi ini baru mencapai 71% dari proyeksi analis dan 70% dari konsensus pasar.

Baca Juga: Japfa Comfeed (JPFA) Bagikan Dividen Interim Rp 1,05 Triliun, Cek Jadwalnya

Dari sisi pendapatan, JPFA mencatatkan pendapatan konsolidasian Rp 19,17 triliun pada kuartal III-2026, meningkat 9% qoq dan 23% yoy.

Sementara itu, total pendapatan bruto dari seluruh segmen mencapai Rp 29,59 triliun, tumbuh 8% qoq dan 26% yoy. Untuk periode Januari-September 2026, pendapatan konsolidasian tercatat Rp 54,53 triliun atau naik 26% yoy.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, perbaikan kinerja JPFA tidak terjadi merata di seluruh segmen. 

"Segmen DOC tetap menunjukkan kinerja yang kuat dan livebird kembali mencatatkan keuntungan. Sebaliknya, margin pakan melemah, sementara segmen makanan olahan berbalik mencatatkan kerugian operasional," kata Victor dalam risetnya, Senin (2/11/2026).

Pada kuartal III-2026, segmen DOC membukukan laba operasional Rp 541 miliar, meningkat 24% yoy, dengan margin operasional 21,6%.

Kinerja ini membawa laba operasional DOC sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 1,83 triliun, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Japfa Comfeed (JPFA) Divestasi Vaksindo Rp 1,8 Triliun, Neraca Bakal Makin Sehat

Pemulihan juga terlihat pada segmen livebird. Setelah merugi Rp 496 miliar pada kuartal II-2026, segmen ini kembali mencatatkan laba operasional Rp 438 miliar pada kuartal III-2026. Margin operasionalnya pun pulih menjadi 5%, ditopang perbaikan harga jual ayam hidup.

Kondisi berbeda terjadi pada segmen pakan. Laba operasionalnya turun 25% qoq menjadi Rp 810 miliar, sementara margin operasional menyusut menjadi 6,8%.

Segmen makanan olahan bahkan berbalik membukukan rugi operasional Rp 41 miliar dengan margin negatif 1,2%. Kenaikan biaya bahan baku dan ketatnya persaingan menjadi tekanan bagi kedua segmen tersebut.

Tekanan kinerja itu turut diperberat oleh meningkatnya kebutuhan modal kerja. Beban bunga JPFA melonjak 77% yoy, sejalan dengan kenaikan utang jangka pendek sebesar 33% yoy.

Pada saat yang sama, persediaan bertambah 44% yoy, terutama persediaan bahan baku yang meningkat 55% yoy setelah perubahan pola pengadaan bungkil kedelai (soybean meal/SBM).

 

Victor bilang, peningkatan kebutuhan modal kerja dan persediaan tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani laba perusahaan. Ke depan, normalisasi persediaan dan pemulihan margin pakan akan menjadi kunci perbaikan kinerja JPFA.

Baca Juga: Laba Japfa Comfeed (JPFA) Melesat 100% per Semester I-2026

Dampak kenaikan beban keuangan juga tercermin dalam revisi proyeksi laba. Victor memangkas estimasi laba bersih JPFA pada 2026 sebesar 11% menjadi Rp 4,03 triliun.

Untuk 2027, proyeksi laba bersih dipangkas 12,4% menjadi Rp 4,03 triliun. Sementara itu, asumsi pendapatan relatif tidak berubah, yakni Rp 66,83 triliun pada 2026 dan Rp 73,12 triliun pada 2027.

Memasuki 2028, pendapatan JPFA diperkirakan meningkat menjadi Rp 87,19 triliun. Namun, laba bersih diproyeksikan turun menjadi Rp 3,69 triliun.

Di tengah prospek tersebut, Victor masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham JPFA. Meski begitu, target harga diturunkan menjadi Rp 2.700 per saham dari sebelumnya Rp 3.200 per saham.

Baca Juga: Kinerja Japfa Comfeed (JPFA) Dibayangi Tekanan Biaya Pakan, Cek Rekomendasi Analis

Target baru ini menggunakan asumsi rasio harga terhadap laba bersih (PER) wajar 7,8 kali, dibandingkan asumsi sebelumnya 8,1 kali.

Adapun risiko yang perlu dicermati mencakup potensi gangguan pasokan bahan baku serta kemungkinan intervensi pemerintah terhadap impor bahan baku pakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×