kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,18   10,45   1.23%
  • EMAS926.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) targetkan pendapatan naik 31% di tahun 2021


Rabu, 21 Juli 2021 / 07:25 WIB
Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) targetkan pendapatan naik 31% di tahun 2021

Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) optimistis pendapatan di akhir 2021 bisa mencapai Rp 1,85 triliun di tahun ini. Target tersebut naik 31,20% dari realisasi tahun 2020 yang hanya Rp 1,41 triliun. 

Tren harga crude palm oil (CPO) alias kalapa sawit yang terus membaik menjadi salah satu katalis positif bagi perusahaan untuk menorehkan kinerja yang memuaskan hingga penghujung tahun nanti. 

Sekretaris Perusahaan Saraswanti Anugerah Makmur, Dadang Suryanto menjelaskan, tingginya harga CPO saat ini, turut memberikan optimisme di kalangan industri perkebunan untuk menggenjot produksi mereka.

Kondisi tersebut lantas berimbas juga kepada industri pendukung seperti SAMF, untuk ikut meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pupuk yang terus meningkat. 

"Perusahaan telah merencanakan peningkatan kapasitas produksi dari 600.000 ton menjadi 700.000 ton, agar bisa memenuhi permintaan pupuk yang terus meningkat," jelas Dadang saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (20/7). 

Baca Juga: Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) membidik pangsa pasar 10%

Walhasil, di tahun ini, SAMF menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 75 miliar - Rp 80 miliar. Alokasi dana tersebut akan digunakan sebagai modal rencana ekspansi perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 700.000 ribu ton per tahun. 

"Saat ini sedang proses persiapan lahan yang kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pondasi," ujarnya. 

Dadang bilang, penambahan kapasitas produksi tersebut diharapkan akan selesai dan mulai beroperasi pada kuartal IV-2021 mendatang.  Adapun, kenaikan kapasitas sebesar 100.000 ton ini akan dilakukan pada unit pabrik Mojokerto II. 

Di sisi lain, prospek pasar pupuk di Tanah Air sebenarnya masih berpotensi tumbuh yang cukup tinggi. Hal tersebut didasari oleh masih rendahnya pemakaian pupuk di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara tetangga yang memiliki kondisi geografis mirip dengan Indonesia seperti Malaysia dan Vietnam. 

"Luasnya perkebunan di Indonesia menjadi daya tarik lainnya yang semakin memberikan keyakinan kepada perusahaan bahwa potensi kebutuhan pupuk masih sedemikian besar," kata Dadang. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




[X]
×