kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Pasang Target Konservatif di 2025


Kamis, 03 April 2025 / 16:10 WIB
Sarana Menara Nusantara (TOWR) Pasang Target Konservatif di 2025
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Entitas Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memproyeksikan pendapatan akan tumbuh low–single digit dengan EBITDA margin sedikit mengalami penurunan pada 2025. 

Presiden Direktur Sarana Menara Nusantara, Aming Santoso, menjelaskan TOWR menghadapi berbagai tantangan, termasuk konsolidasi industri telekomunikasi yang sedang berlangsung. 

Seperti merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang hanya akan menyisakan satu entitas, yakni PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. 

Baca Juga: Telkom Indonesia Pacu Segmen B2B Lewat Telkom Solution di Pasar Swasta hingga BUMN

Selain itu, persaingan yang semakin ketat di industri telekomunikasi diperkirakan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan penggunaan infrastruktur TOWR. 

Aming bilang faktor-faktor tersebut akan menjadi tantangan tambahan bagi pertumbuhan bisnis organik TOWR pada 2025. Dus, pendapatan TOWR diperkirakan tumbuh low–single digit secara organik dibanding 2024. 

Melansir laporan keuangan tahun buku 2024, emiten menara telekomunikasi ini meraup pendapatan sebesar Rp 12,73 triliun. Ini melonjak 16,09% secara tahunan dari Rp 11,74 triliun di 2023. 

"EBITDA pada 2025 akan terdampak oleh segmen non-menara, yang pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan dari segmen menara," jelasnya belum lama ini. 

Baca Juga: Grup Djarum Sarana Menara Nusantara (TOWR) Lanjutkan Eksekusi Rights Issue

Pasalnya, margin EBITDA bisnis non-menara cenderung lebih rendah dibandingkan dengan segmen menara. Namun, Aming memastikan TOWR akan menerapkan strategi keuangan yang optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×