kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Sampoerna Agro (SGRO) Targetkan Produksi CPO Tahun 2023 Bisa Tumbuh 2%


Kamis, 30 November 2023 / 20:25 WIB
Sampoerna Agro (SGRO) Targetkan Produksi CPO Tahun 2023 Bisa Tumbuh 2%
ILUSTRASI. Sampoerna Agro (SGRO) berharap harga yang lebih baik di kuartal IV 2023 bisa menjadi salah satu penopang untuk kinerja.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sampoerna Tbk (SGRO) menargetkan produksi minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) di tahun 2023 bisa tumbuh 1%-2% dari produksi tahun lalu.

Head of Investor Relation Sampoerna Agro, Stefanus Darmagiri mengatakan, pada kuartal III 2023, produksi tandan buah segar (TBS) mencapai sekitar 1,4 juta ton. Raihan itu meningkat sebesar 2% secara tahunan. Sedangkan, untuk produksi CPO di kuartal III 2023 meningkat sebesar 4% secara tahunan menjadi 296 ribu ton. 

“Produksi ini akan mengalami koreksi di kuartal IV jika dibandingkan dengan kuartal III yang merupakan puncak panen,” ujar dia dalam paparan publik SGRO, Kamis (30/11).

Baca Juga: Begini Target Besaran Dividen Sampoerna Agro (SGRO) di Tahun 2024

Namun, kata Stefanus, SGRO berharap harga yang lebih baik di kuartal IV 2023 bisa menjadi salah satu penopang untuk kinerja.

“Sementara, target produksi CPO di tahun 2023 ini, kami berharap dapat bertumbuh sebesar 1-2%,” ungkapnya.

Terkait dana modal belanja alias capital expenditure (capex) SGRO di tahun 2024, diakui Stefanus masih dalam proses penyusunan anggaran.

Baca Juga: Sampoerna Agro (SGRO) Catatkan Kenaikan Produksi TBS dan CPO pada Kuartal III-2023

Untuk capex tahun 2023, SGRO menganggarkan dana sebesar Rp 500 miliar - Rp 700 miliar. Pada bulan September 2023, SGRO telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar, atau sekitar 45%.

“Dana ini digunakan untuk pengembangan perkebunan, serta sisanya untuk pemeliharaan aset tetap, seperti bangunan, infrastruktur, dan mesin,” tuturnya.

Menurut Stefanus, penjualan CPO Perseroan di Bursa CPO ditujukan untuk pasar domestik.

“Kami akan terus memantau terkait dari perkembangan dengan adanya bursa CPO ini,” ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×