kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45778,92   8,25   1.07%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Saham Tower Bersama (TBIG) cenderung turun jelang stock split, begini kata analis


Selasa, 12 November 2019 / 17:05 WIB
Saham Tower Bersama (TBIG) cenderung turun jelang stock split, begini kata analis
ILUSTRASI. Menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyetujui pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5. Saham yang semula memiliki nilai nominal Rp 100 menjadi Rp 20. 

Menurut jadwal yang dirilis, awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung 14 November mendatang. Sementara, akhir perdangangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berakhir 13 November 2019. 

Menjelang jadwal stock split yang telah ditetapkan, saham TBIG cenderung menurun. Pada Selasa (12/11) saham TBIG ditutup di level Rp 5.550. Dalam sebulan terakhir, saham TBIG turun 19,34%.

Baca Juga: Ini jadwal stock split Tower Bersama Infrastructure (TBIG)

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas melihat penurunan harga saham TBIG disebabkan faktor pergerakan teknikal yang sudah naik tinggi.

"Dari segi valuasi, kalau dilihat dari pergerakan PE band lima tahun harga sudah berada di atas standard deviasi +1 yang tergolong sudah mahal," katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (12/11). 

Melalui stock split ini Sukarno melihat saham TBIG akan lebih diminati pelaku pasar. Hal ini karena  saham menjadi lebih likuid atau terjangkau, terutama untuk investor ritel maupun trader pemula. 

Senada dengan maksud  perusahaan, langkah stock split diambil memang untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Dengan harga lebih murah, saham TBIG lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan investor dan meningkatkan distribusi kepemilikan saham.  

Untuk saat ini, karena harga cenderung turun, Sukarno menyarankan investor untuk wait and see terlebih dahulu. Ia melihat ada kemungkinan tidak baik. 

Baca Juga: Gelar RUPSPB, Tower Bersama (TBIG) setujui stock split dan penerbitan global bond

"Ada pola double top. Ketika pola ini muncul harga kemungkinan bisa transisi dari bullish ke bearish," terangnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, harga saham TBIG harus bertahan di atas 5.500. Jika harga breakdown di level tersebut, maka harga akan melanjutkan tren turun atau transisi harga sudah sempurna.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×