kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Saham sektor konsumer menjanjikan, ini rekomendasi Bahana Sekuritas


Senin, 30 September 2019 / 11:21 WIB
Saham sektor konsumer menjanjikan, ini rekomendasi Bahana Sekuritas
ILUSTRASI. Produk Unilever

Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga kuartal ketiga tahun 2019, geliat perekonomian belum memperlihatkan tanda-tanda penguatan yang berarti. Kinerja ekspor dan investasi masih menghadapi persoalan sebagai dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang masih berlanjut. Satu-satunya yang masih memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik bersumber dari konsumsi masyarakat.

Bahana Sekuritas menilai upaya pemerintah untuk tetap menjaga daya beli masyarakat terutama kelas menengah ke bawah masih terus berjalan melalui berbagai program subsidi seperti program keluarga harapan (PKH), kartu Indonesia pintar (KIP), bantuan sosial pangan dan lainnya. Dalam kurun waktu 2015 – 2019, alokasi anggaran perlindungan sosial mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sekitar 10,5%, dari Rp 247, 56 triliun pada 2015, menjadi sebesar Rp 369,09 hingga akhir 2019.

Baca Juga: Stock Split, Saham Unilever Indonesia (UNVR) Bisa Jadi Primadona premium
 
Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2020, alokasi anggaran perlindungan sosial direncanakan sebesar Rp 385,32 triliun. Melalui program subsidi, ditambah dengan inflasi yang terjaga stabil rendah, serta Indonesia masih akan menikmati bonus demografi hingga 2030, Bahana Sekuritas menilai, sektor saham konsumer masih cukup menjanjikan untuk jangka panjang, meski untuk jangka pendek hingga menengah masih akan terlihat adanya tantangan.
 
"Turunnya kinerja industri labor-intensive dalam 5 tahun terakhir ini, telah berdampak pada lebih tingginya serapan tenaga kerja untuk paruh waktu dibanding jumlah tenaga kerja sepenuh waktu," ujar Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin, Senin (30/9) dalam riset.

Giovanni menambahkan, hal tersebut berdampak pada pola belanja masyarakat yang lebih beragam antara kebutuhan akan barang premium dengan barang-barang mass-produced.
 
Dalam jangka pendek tantangan terhadap sektor konsumer utamanya akan bersumber dari risiko lemahnya serapan tenaga kerja untuk sepenuh waktu dan persaingan yang masih akan ketat untuk kategori produk yang pertumbuhannya cukup pesat. Demi mempertahankan kinerja positif, perusahaan diperkirakan akan melakukan inovasi produk atau melakukan repackaging atau penyesuaian terhadap ukuran atau volume atas barang tertentu. 

Baca Juga: CORE: IHK bulan September 2019 berpotensi deflasi
 
Melihat kondisi perekonomian terkini, Bahana merekomendasi beli atas saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target harga Rp 52.200 per saham karena memiliki produk yang lebih beragam.

Perusahaan berkode saham UNVR itu juga dalam lima tahun terakhir mampu membukukan kinerja positif dengan margin yang stabil di kisaran 23% setiap tahunnya.  
Menurut Giovanni, UNVR merupakan salah satu perusahaan yang cukup disiplin dalam menjaga kesehatan keuangannya.
 
Rekomendasi beli juga diberikan kepada PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dengan target harga Rp 2.900 per saham karena perusahaan ini sudah cukup memiliki nama yang kuat untuk beberapa segmen tertentu. Demikian juga halnya untuk segmen makanan khususnya biskuit yang persaingannya cukup ketat, perusahaan berkode saham MYOR ini, memiliki prospek yang stabil.

Baca Juga: Pasar Domestik Stagnan, Produsen Kopi Kemasan Bidik Pasar Luar Negeri
 
Meninjau dari kondisi Indonesia saat ini, permintaan akan kopi dan produk-produk yang terkait dengan kopi sedang naik daun akan berdampak positif pada penjualan baik untuk domestik maupun ekspor.

"Mayora memiliki brand equity yang kuat untuk makanan ringan seperti biskuit, permen, dan coklat, yang produknya banyak dicari semua kalangan masyarakat," ujar Giovanni. 




TERBARU

Close [X]
×