kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Saham-saham laggard IHSG pilihan 2 analis ini layak untuk dikoleksi


Senin, 14 Juni 2021 / 06:10 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

Bernada serupa, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, penurunam harga saham sektor barang konsumsi disebabkan oleh penurunan daya beli ditambah dengan aturan-aturan pemerintah yang memberatkan.

"Secara valuasi memang terbilang murah, tetapi perlu diperhatikan juga sentimen-sentimen pendukungnya. Untuk saat ini sektor consumer sebaiknya wait and see terlebih dahulu, khususnya UNVR dan HMSP," tutur Chris.

Untuk ke depannya, Chris melihat prospek saham-saham barang konsumsi dan saham lainnya masih akan cenderung baik. Akan tetapi, untuk tahun ini masih belum menarik, mengingat ekonomi yang baru masuk ke dalam tahap pemulihan awal.

Di sisi lain, menurut Okie, pemulihan ekonomi di tahun 2021 ini dapat mengakselerasi kinerja dari emiten perbankan seiring dengan membaiknya kualitas kredit dan tren ekspansi dari sektor riil yang dapat menopang pertumbuhan kredit.

Baca Juga: Menguat sepekan, kurs rupiah akan bergerak tipis pada Senin (14/6)

Perkembangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan vaksinasi juga diharapkan dapat menopang optimisme pelaku industri ke depan.

Khusus untuk ICBP, menurut Chris, aksi korporasi ICBP berupa akuisisi Pinehill kemungkinan dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja perusahaan.

Sementara ASII akan terdorong sentimen positif pemerintah berupa perpanjangan penurunan PPnBM yang dapat meningkatkan penjualan mobil ke depannya.

Oleh karena itu, Chris merekomendasikan buy ICBP dengan target harga Rp 10.000 per saham dan ASII Rp 7.000 per saham. Sementara Okie merekomendasikan buy BBCA dengan target harga Rp 34.450 per saham meski menurut dia, valuasi BBCA saat ini berada pada harga yang premium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×