kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Saham-saham berbasis CPO tergerus di sesi I


Rabu, 06 Juli 2011 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Penerbang AS mempersiapkan drone MQ-9 Reaper Angkatan Udara AS saat berangkat dalam misi di Lapangan Udara Kandahar, Afghanistan 9 Maret 2016.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham-saham berbasis crude palm oil (CPO) siang ini dilanda aksi jual. Sebut saja saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) yang pada pukul 11.22 tercatat turun 1,2% menjadi Rp 410.

Selain itu, penurunan juga dialami saham BW Plantation (BWPT) yang turun 0,85% menjadi Rp 1.170. Demikian pula halnya dengan saham PP London Sumatra (LSIP) yang melorot 1,08% menjadi Rp 2.300.

Anjloknya saham-saham di sektor agrikultur ini seiring dengan penurunan harga CPO dunia. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pagi tadi, kontrak harga CPO turun 0,7% menjadi 3.018 ringgit atau US$ 1.004 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange. Ini merupakan level harga terendah sejak 27 Oktober lalu. Pada pukul 10.51 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di posisi 3.031 ringgit.

Penyebab penurunan harga CPO adalah pembeli memilih untuk menunggu penurunan harga CPO lebih rendah lagi sebelum memutuskan membeli. Selain itu, para investor juga berspekulasi, tren harga CPO akan terus melorot seiring dengan tingginya tingkat produksi dan cadangan CPO di Malaysia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×