kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Saham perbankan, BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI jatuh, begini penjelasan analis


Kamis, 16 April 2020 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Jakarta, Selasa (7/4/2020). 


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo menilai, salah satu faktor yang membuat asing hengkang karena hari ini diperberat dengan rilis data Survei Perbankan Bank Indonesia.

Yang mana, dalam rilis data tersebut mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I-2020.

Hal itu tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I-2020 sebesar 23,7%, lebih rendah dibandingkan 57,8% pada triwulan I-2019.

Baca Juga: Laba Aneka Tambang (ANTM) turun dalam, begini rekomendasi analis

Wisnu tak dapat menghitung sampai kapan tekanan yang akan dialami oleh perbankan, paling tidak, perbankan akan kembali bangkit setelah pandemic Covid-19 ini berakhir.

Di lain sisi, ia berpendapat, Pemerintah sudah meluncurkan kebijakan-kebijakan relaksasi untuk meminimalisir dampak negatif dari Covid-19 terhadap kondisi ekonomi.

“Misalnya dengan menggratiskan pajak UMKM selama 6 bulan ke depan, diharapkan dapat tetap bertahan,” tambahnya.

Baca Juga: Berikut lima saham top leader dan top laggard IHSG sejak awal tahun

Wisnu menjagokan saham-saham seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI. Menurutnya, saham-saham ini masih menarik karena mereka punya struktur modal yang baik, rajin membagi dividen, serta memiliki historical kinerja yang apik. Yang terang, perbankan bakal menjadi sektor pertama yang bangkit Ketika ekonomi membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×