kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Saham MAIN masih layak dibeli, ini sebabnya


Jumat, 20 Oktober 2017 / 19:10 WIB


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski penjualan perusahaan pakan ternak PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN) pada kuartal II lalu menurun, sahamnya masih layak untuk dikoleksi.

Sebagai catatan, penjualan MAIN turun 0,8% pada kuartal II-2017 menjadi Rp 1,43 triliun. Penurunan ini terjadi lantaran divisi pakan yang menyumbang 65% untuk pendapatan turun 2% di kuartal II lalu.

Bahkan laba MAIN turun drastis yaitu sebesar 98% menjadi Rp 2,3 miliar pada kuartal II-2017. Padahal di periode yang sama tahun lalu, laba emiten pakan ini tercatat Rp 116 miliar. "Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga pokok penjualan (HPP). Divisi pakan mengalami dampak kenaikan harga jagung 19% dan kenaikan 11% pada bungkil kedelai," kata Joni Wintarja, analis NH Korindo Sekuritas pada risetnya Rabu (17/10).

Joni melihat, kinerja MAIN akan membaik pada separuh kedua tahun ini. Hal ini lantaran ditopang oleh perbaikan keseimbangan antara penawaran dan permintaan ayam pedaging. Oleh sebab itu, harga jualnya diproyeksikan bsia lebih tinggi daripada HPP.

Ia memproyeksikan hingga akhir 2017, MAIN akan membukukan pendapatan Rp 5,49 triliun tumbuh 4,6% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat Rp 5,25 triliun. Tapi, Joni memperkirakan laba MAIN berpeluang turun dari tahun 2016 yang tercatat Rp 290 miliar menjadi Rp 117 miliar di tahun ini.

Joni merekomendasikan beli saham ini dengan target harga Rp 1.100 per saham. Hari ini, harga saham MAIN turun 1,71% ke level Rp 860 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×