kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Saham LQ45: IHSG jatuh, 9 saham LQ45 ini sudah merosot berhari-hari


Selasa, 01 September 2020 / 07:30 WIB
Saham LQ45: IHSG jatuh, 9 saham LQ45 ini sudah merosot berhari-hari


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 2,02% ke level 5.238,49 pada Senin (31/8). Indeks saham LQ45 anjlok lebih dalam yakni 2,78%.

Saham LQ45 yang turun selama 3 hari berturut-turut: BBNI, BMRI, TLKM

Saham LQ45 yang turun selama 4 hari beruntun: BBRI, GGRM, HMSP, ACES, WSKT

Saham LQ45 yang merosot selama 5 hari berturut: PTPP

Baca Juga: IHSG hari ini masih di zona merah, saham berikut bisa jadi pilihan

Saham LQ45 dengan kenaikan harga tertinggi harian, Senin (31/8):

1. JPFA (8,44% | Rp 1.220)

2. TBIG (4,82% | Rp 1.305)

3. BTPS (1,83% | Rp 3.900)

Saham LQ45 dengan penurunan harga terdalam harian, Senin (31/8):

1. BRPT (-5,62% | Rp 840)

2. PGAS (-5,28% | Rp 1.255)

3. ADRO (-5,24% | Rp 1.085)

Baca Juga: Asing paling banyak melego saham-saham ini kemarin, Senin (31/8)

Saham LQ45 dengan kenaikan harga tertinggi mingguan (Senin, 31 Agustus 2020 vs Senin, 24 Agustus 2020):

1. SMGR (8,76% | Rp 10.550)

2. JPFA (7,96% | Rp 1.220)

3. TBIG (5,24% | Rp 1.305)

Saham LQ45 dengan penurunan harga terdalam mingguan (Senin, 31 Agustus 2020 vs Senin, 24 Agustus 2020):

1. GGRM (-9,91% | Rp 47.500)

2. PTPP (-6,73% | Rp 970)

3. BRPT (-6,67% | Rp 840)

Baca Juga: IHSG anjlok 2,02%, asing koleksi saham-saham ini Senin (31/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×