kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Saham INKP, TKIM dan PNIN terus melejit


Sabtu, 10 Maret 2018 / 16:58 WIB
Saham INKP, TKIM dan PNIN terus melejit
ILUSTRASI. OPTIMISME PELAKU BURSA


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah saham masih mampu mencetak kenaikan tinggi. Misalnya saja, saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Paninvest Tbk (PNIN).

Harga kedua emiten produsen kertas Grup Sinarmas tersebut sudah menarik perhatian sejak tahun lalu. Rally saham INKP dan TKIM terbilang agresif. Sepanjang 2017, saham TKIM sudah melonjak hingga 300%. Sedangkan saham INKP telah tumbuh 465,44% sepanjang tahun lalu.

Target harga yang dipatok sejumlah analis pun berhasil ditembus. Dari awal tahun ini, saham keduanya sudah naik lebih dari 100%. Ada sejumlah sentimen yang membuat emiten kertas ini diminati dan membuat prospeknya positif.

"Harga bahan baku kertas (pulp) yang naik di pasar global serta permintaan kertas yang meningkat membuat prospek kedua emiten ini ikut positif," ujar Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest, Jumat (9/3).

Peningkatan permintaan itu dipengaruhi oleh kenaikan biaya konversi dari bubur kertas menjadi kertas. Harga pulp memang telah naik sejak 2017. Permintaan pada produk pulp, kertas, packaging dan tissue akan meningkat hingga tahun 2020 nanti.

Hal ini juga tercermin dari profitabilitas perusahaan. Pada kuartal III-2017, pendapatan INKP naik 11,5% dan laba bersihnya tumbuh 196%. Sedangkan pendapatan TKIM naik 3,89% dengan pertumbuhan laba bersih 101,88%.

Aditya menilai, valuasi INKP saat ini tergolong sangat murah, baik secara price to earning ratio (PER) maupun price to book value (PBV). Dengan melihat outlook yang positif, tak heran bahwa saham tersebut tetap akan naik dan stabil.

Secara teknikal, Aditya mengukur INKP memiliki level support Rp 10.200 dan resistance Rp 12.850. Sedangkan TKIM memiliki level support Rp 5.950 dan resistance di Rp 7.100. Untuk investor yang memiliki target akhir tahun, dia menilai, kedua saham ini masih bisa dikoleksi.

Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Sekuritas, membandingkan dua emiten tadi dengan perusahaan produsen kertas sejenis asal Brasil. Menurut dia, PER dan PBV INKP masih murah. "Ekspektasinya ada di level Rp 15.000 untuk INKP," kata Edwin.

Pergerakan saham PNIN juga mencuri perhatian. Harga saham emiten jasa asuransi ini sudah naik 50% sepanjang tahun ini. "Mungkin ada harapan ada peningkatan kinerja PNIN. Makanya, harga saham meningkat," ujar Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas.

Namun, Nafan bilang, ketiga saham ini sudah menembus target harga. Saham PNIN juga sudah mencapai harga tertinggi di Rp 1.360 dengan level resistance Rp 1.265. Sehingga, saat ini Nafan justru menyarankan hold untuk ketiga saham tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×