kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Saham dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 50 triliun jadi leader IHSG


Senin, 24 Februari 2020 / 21:43 WIB
Saham dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 50 triliun jadi leader IHSG
ILUSTRASI. Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Sepanjang tahun ini, IHSG anjlok 7,82% ke level 5.807,05.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menunjukkan tren penurunan. Sepanjang tahun ini, IHSG anjlok 7,82% ke level 5.807,05 per Senin (24/2). Meskipun begitu, di tengah pelemahan tersebut, ada sejumlah saham yang menjadi penopang IHSG.

Bahkan, dari sepuluh teratas leader IHSG sepanjang tahun ini, sebanyak enam saham memiliki kapitalisasi pasar (market cap) kurang dari Rp 50 triliun. Secara berurutan dari atas ke bawah sebagai leader IHSG, saham-saham tersebut adalah PT Siantar TOP Tbk (STTP) dengan market cap Rp 13,23 triliun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 29,78 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 13,77 triliun. Disusul PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 44,13 triliun, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) Rp 35,5 triliun, dan PT Tunas Ridean Tbk (TURI) Rp 6,47 triliun.

Baca Juga: Simak rekomendasi untuk saham emiten pertambangan

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan oleh penurunan saham-saham dengan market cap besar atau blue chips. Mengingat, saham-saham tersebut memiliki bobot yang cukup besar ke IHSG.

Oleh karena itu, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, kondisi IHSG yang sedang bearish membuat investor lebih memilih emiten dengan market cap menengah dan kecil. "Karena saham-saham tersebut dapat bergerak tidak linear dengan IHSG," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (24/2).

Chris memperkirakan, saham-saham dengan market cap kecil dan menengah masih akan menjadi leader IHSG, sebab dia melihat pelemahan IHSG masih akan berlanjut. Terlebih lagi, IHSG telah menembus level support yang seharusnya menjadi momentum untuk kembali menguat. "itu memang tergambar dari kondisi ekonomi global yang dilanda kekhawatiran perlambatan ekonomi," kata Chris.

Baca Juga: IHSG berpeluang melanjutkan penurunan pada perdagangan esok

Sementara itu, Hendriko berpendapat, berlanjutnya penguatan saham-saham emiten dengan market cap di bawah Rp 50 triliun tergantung kondisi ke depannya. "Saya rasa balik lagi bergantung pada sentimen yang menyelimuti emiten serta aksi jual beli di pasar," kata dia.  

Meskipun begitu, dari segi teknikal, Hendriko melihat saham MDKA, STTP, dan TOWR masih berada pada fase uptrend. Tiga saham tersebut juga masih memiliki potensi kenaikan harga sehingga menarik untuk dikoleksi.

"Secara teknikal, TOWR masih memiliki upside hingga level Rp 900 yang merupakan level resistance. Untuk MDKA dan STTP sudah mencapai level all time high yang artinya secara teknikal sudah tidak memiliki resistance lagi," ungkap Hendriko. Sementara itu, untuk DSSA, TCIP, dan TURI masih cenderung bergerak sideways.

Baca Juga: Kinerja reksadana saham terangkat di pekan lalu

Bernada serupa, Chris menilai bahwa saham MDKA, TOWR, dan TURI menarik untuk dikoleksi. Alasannya, ketiga saham tersebut memiliki valuasi dan likuiditas yang tergolong oke. Oleh karena itu, dia merekomendasikan buy dengan target harga MDKA Rp 1.450 per saham, TOWR Rp 1.000, dan TURI Rp 1.300 per saham.




TERBARU

Close [X]
×