kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Saham big cap di bursa AS didominasi perusahaan teknologi, Indonesia perbankan


Sabtu, 22 Agustus 2020 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa (4/8). Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (4/8/2020), IHSG ditutup naik 68,77 poin atau 1,37 persen ke posisi 5.075,00. Sementara, indeks saham LQ45 juga menguat 2,01 persen ke posisi 78


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Ada saatnya market cap ini bergerak dan menjadi jauh lebih besar dari valuasi, ada saatnya juga menjadi lebih rendah.

“Namun dipercaya bahwa nilai market cap akan mendekati nilai valuasi seiring dengan waktu. Yang mempengaruhinya antara lain asset dan prospek emiten yang bersangkutan,” terang Alfatih saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (21/8).

Baca Juga: Saham big cap mengisi sepuluh besar laggard IHSG, berikut rekomendasi analis

Alfatih menilai, perbedaan emiten penghuni top 10 big caps di pasar saham AS dan Indonesia kemungkinan besar dipengaruhi oleh situasi perekonomian masing-masing negara. Dimana di Indonesia, sektor perbankan dianggap sebagai penggerak dari perekonomian.

Namun, satu hal yang menarik menurut Alfatih adalah, dari top 10 perusahaan dengan market cap terbesar baik di pasar saham AS maupun di bursa tanah air, ternyata mempunyai return on equity (ROE) yang berada di atas rata-rata. “Barang kali inilah yang mendorong naiknya perusahaan-perusahaan tersebut,” sambung dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×