kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Harga Emas Global Menuju Penurunan Mingguan Terdampak Penguatan Dolar AS


Jumat, 02 Oktober 2026 / 23:12 WIB
Harga Emas Global Menuju Penurunan Mingguan Terdampak Penguatan Dolar AS
ILUSTRASI. Total Kelolaan Emas (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Jumat (2/10/2026), meski sempat menguat lebih dari 1% setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan.

Penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil US Treasury membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil kembali tertekan.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,8% menjadi US$4.145,68 per ons troi pada pukul 11.38 waktu New York.

Dengan pergerakan tersebut, harga emas berada di jalur penurunan sekitar 3,3% sepanjang pekan ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun 0,7% menjadi US$4.173,50 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (2/10): Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2.576.000 per Gram

Tekanan terhadap emas terjadi meski data ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan pelemahan. Nonfarm payrolls hanya bertambah 29.000 pada September, jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebanyak 90.000. Data Agustus juga direvisi turun, dari sebelumnya 162.000 menjadi 133.000 pekerjaan.

"Emas masih menghadapi bias hawkish dari The Fed," kata Han Tan, chief market analyst Bybit.

Dari pasar valuta, dolar AS memang sedikit melemah pada perdagangan Jumat, tetapi masih berada di jalur penguatan mingguan. Di sisi lain, yield US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun pada Kamis (1/10) mencapai level tertinggi sejak 2002.

Kombinasi dolar yang relatif kuat dan yield obligasi yang tinggi menjadi beban bagi emas. Kenaikan yield meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data tenaga kerja yang lebih lemah sebenarnya mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga bulan ini turun menjadi sekitar 22%, dari sekitar 70% pada awal pekan.

Namun, ekspektasi tersebut belum cukup untuk mengangkat harga emas secara berkelanjutan. Pasar masih mencermati sikap The Fed terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja AS.

Baca Juga: Merdeka Gold (EMAS) Kucurkan Pinjaman Rp 6,45 Triliun ke PIN, Ini Efeknya ke Pani

Edward Meir, analis Marex, mengatakan pergerakan teknikal emas masih menunjukkan tekanan dan harga berpotensi melanjutkan pelemahan apabila siklus kenaikan suku bunga kembali berlanjut.

Tekanan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,1% menjadi US$60,17 per ons troi, platinum melemah 1,9% menjadi US$1.692, sedangkan palladium turun 0,4% menjadi US$1.166,25 per ons troi. Ketiganya juga berada di jalur mencatatkan penurunan mingguan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×