kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Rusia-Ukraina Memanas: Harga Nikel dan Aluminium Melonjak Capai Rekor Anyar


Selasa, 22 Februari 2022 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Harga aluminium melonjak dengan kekhawatiran ketegangan di Ukraina


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga nikel dan aluminium melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun pada perdagangan awal hari ini. Kekhawatiran atas gangguan pasokan dari Rusia akibat ketegangan yang meningkat di Eropa Timur jadi sentimen utama.

Selasa (22/2) pukul 10.45 WIB, harga nikel kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,4% menjadi US$ 24.445 per ton. Di awal sesi, harga nikel sempat capai US$ 24.700 per ton, tertinggi sejak Agustus 2011.

Sementara itu, kontrak nikel Maret yang paling banyak diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange naik ke rekor tertinggi 181.350 yuan atau setara US$ 28.607,26 per ton, dan terakhir naik 0,2% pada 178.600 yuan.

Baca Juga: Emas Sentuh Level Tertinggi ke US$ 1.909,54 Per Ons Troi di Pagi Ini (22/2)

Sementara itu, harga aluminium acuan di LME juga melesat 1,2% menjadi US$ 3.318,5, setelah sebelumnya melonjak ke level tertinggi lebih dari 13 tahun di US$ 3.342 pada awal sesi.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pengerahan pasukan ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur, setelah mengakui kemerdekaan pada hari Senin (21/2). Ini mempercepat krisis yang dikhawatirkan Negara Barat dapat menyebabkan perang besar.

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia, produsen utama nikel dan aluminium, jika menginvasi Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×