kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.725   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.332   -38,50   -0,60%
  • KOMPAS100 837   -6,38   -0,76%
  • LQ45 635   0,23   0,04%
  • ISSI 226   -1,87   -0,82%
  • IDX30 363   1,48   0,41%
  • IDXHIDIV20 452   4,34   0,97%
  • IDX80 96   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -0,62   -0,50%
  • IDXQ30 118   1,25   1,07%

Rusia dan Kazakhtan perbanyak cadangan emas


Senin, 25 Februari 2013 / 11:02 WIB
ILUSTRASI. Resep Ayam Krispi Sambal Matah yang mudah dibuat dan nikmat di lidah (Dok/Dapur Kobe) 


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Meski sejumlah institusi pengelola dana (hedge funds) mulai meninggalkan emas, namun, sejumlah negara malah meningkatkan cadangan emas miliknya.

Data yang dirilis Badan Moneter Internasional (IMF) menunjukkan, sejumlah negara seperti Rusia dan Kazakhtan meningkatkan cadangan emas mereka untuk bulan yang ke empat. Cadangan emas Rusia naik 12,2 metrik ton menjadi 970 ton pada Januari setelah sebelumnya naik 8,5% di sepanjang 2012.

Sedangkan cadangan emas Kazakhtan naik 1,5% menjadi 116,8 ton pada bulan lalu, melanjutkan kenaikan cadangan pada tahun lalu sebesar 41%.

Data IMF juga mencatat, sejumlah bank sentral negara lain turut melakukan hal yang sama. Salah satunya Azerbaijan yang membeli 1 ton emas setelah melaporkan tidak memiliki cadangan emas sejak 1999 silam. Sedangkan Belarus meningkatkan cadangan si kuning sebesar 0,5 ton. Sementara, Turko menambah cadangan emas mereka sebanyak 10,3 ton.

Meski demikian, langkah bank sentral negara dunia ini belum mampu mengangkat harga emas. Pada pukul 09.33 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat diperdagangkan di posisi US$ 1.579,55 per troy ounce atau melorot 5,7% pada tahun ini.

Harga emas sempat menyentuh level terendahnya sejak 12 Juli lalu, setelah harganya jatuh ke posisi US$ 1.555,55 pada 21 Februari lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×