kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

IHSG Diproyeksi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (20/5)


Rabu, 20 Mei 2026 / 06:02 WIB
IHSG Diproyeksi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (20/5)
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah pada Selasa (19/5) ditutup anjlok 3,46% ke level 6.370,68.

Tekanan terhadap pasar saham datang dari kombinasi sentimen domestik dan global yang belum mereda.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah sektor utama, terutama saham komoditas dan konglomerasi yang mengalami penurunan signifikan.

Menurut dia, pasar juga dibebani pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh level terburuk di Rp17.723 per dolar AS.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Cek Saham Rekomendasi Analis, Senin (18/5)

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran terhadap arus keluar modal asing atau capital outflow.

Dari sisi teknikal, Reza menilai IHSG masih berada dalam tren bearish. Pelemahan terbaru membuat indeks kembali membentuk lower low disertai peningkatan volume jual.

Ia memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, dengan area support di kisaran 6.100–6.300 dan resistance pada 6.500–6.600.

Selain tekanan rupiah, pasar juga mencermati potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur BI. 

Menurut Reza, langkah tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham, meski di sisi lain dapat membantu menjaga stabilitas rupiah.

Pandangan serupa disampaikan Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana. Ia menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support di level 6.300 dan resistance di 6.424. 

Baca Juga: IHSG Berpotensi Rebound, Cermati Saham Pilihan Analis untuk Selasa (19/5)

Herditya menambahkan, tekanan pasar juga dipengaruhi sentimen revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam serta rencana pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis.

Di tengah tekanan pasar, Reza merekomendasikan saham TLKM dan BBNI untuk dicermati investor.

Sementara saham MYOR direkomendasikan untuk trading buy pada kisaran Rp1.770 hingga Rp1.800.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×