kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Rupiah Tertekan Jelang RDG BI, Pasar Cemas Arah Kebijakan dan Risiko Fiskal


Senin, 19 Januari 2026 / 16:26 WIB
Rupiah Tertekan Jelang RDG BI, Pasar Cemas Arah Kebijakan dan Risiko Fiskal
ILUSTRASI. Rupiah kembali melemah di awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan pemerintah dan kondisi fiskal Indonesia.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah kembali melemah di awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan pemerintah dan kondisi fiskal Indonesia.

Pada perdagangan Senin (19/1/2026), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.955 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,40% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.886 per dolar AS.

Sejalan dengan hal itu, rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia ada di level Rp 16.935 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (19/1/2026), melemah 0,33% dari perdagangan sebelumnya yang ada di Rp 16.880 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah dan kondisi fiskal Indonesia dalam jangka menengah.

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Menurutnya, upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029 berpotensi diiringi kebijakan yang relatif tidak lazim dan menimbulkan risiko tambahan bagi stabilitas makroekonomi.

“Demi mendukung agenda pertumbuhan Presiden Prabowo Subianto di tahun 2029 sebesar 8%, pemerintah akan mencoba menerapkan kebijakan yang relatif tidak lazim sehingga adanya risiko jangka menengah yang lebih besar. Hal ini dapat memicu sentimen negatif lanjutan terhadap rupiah,” ujar Ibrahim, Senin (19/1/2026).

Selain faktor kebijakan, tekanan terhadap rupiah juga diperkuat oleh kembali mencuatnya kekhawatiran mengenai kesehatan fiskal Indonesia.

Pada 8 Januari 2026 terungkap bahwa defisit anggaran tahun lalu mendekati batas hukum sebesar 3%, sementara penerimaan negara masih tergolong lemah.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia (BI) dinilai masih aktif melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk mengendalikan volatilitas nilai tukar. BI secara rutin melakukan intervensi baik di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun Non-Deliverable Forward (NDF).

Namun demikian, Ibrahim menilai terdapat keterbatasan dari sisi kebijakan. Toleransi BI terhadap pelemahan rupiah yang masih tergolong moderat dapat membatasi efektivitas intervensi di pasar valuta asing.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah 0,33% ke Rp 16.935 per Dolar AS pada Senin (19/1/2026)

Guna menopang stabilitas rupiah, BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026.

Selain kebijakan suku bunga, BI juga telah mengerahkan berbagai instrumen lain, mulai dari penyesuaian penerbitan surat berharga bank sentral, intervensi di pasar valas, hingga pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.

Di sisi lain, rencana pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) dinilai berpotensi memberikan bantalan tambahan bagi rupiah. Kendati demikian, kekhawatiran pasar belum sepenuhnya mereda.

“Para analis masih mengkhawatirkan defisit fiskal tahun ini yang berpotensi melebar melampaui batas hukum 3%, seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan belanja di tengah penerimaan pajak yang masih lemah,” ujar Ibrahim.

Untuk perdagangan Selasa (20/1/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak relatif terbatas dengan kecenderungan masih tertekan, di kisaran Rp 16.950–Rp 16.980 per dolar AS.

Selanjutnya: Promo Terbaru AZKO Dorong Keluarga Lebih Peduli Kualitas Udara di Rumah

Menarik Dibaca: Promo Terbaru AZKO Dorong Keluarga Lebih Peduli Kualitas Udara di Rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×