kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Rupiah Tertekan Fundamental dan Sentimen Global, Ini Proyeksinya Senin (5/1)


Minggu, 04 Januari 2026 / 16:04 WIB
Rupiah Tertekan Fundamental dan Sentimen Global, Ini Proyeksinya Senin (5/1)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (2/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,23% secara harian (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (2/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,23% secara harian ke Rp 16.725 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, rupiah JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga dicatat melemah secara harian 0,03% menjadi Rp 16.725 per dolar AS.

Analis Komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah pada akhir pekan terhadap dolar AS disebabkan oleh kenaikan yang cukup besar pada indeks dolar AS (DXY) pada hari yang sama. Selain itu, rupiah juga masih tertekan oleh fundamentalnya.

Baca Juga: Awal Tahun 2026, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.725 per Dolas AS

“Rupiah memang masih tertekan oleh fundamental yang mendasari, seperti prospek pemangkasan suku bunga BI dan kekhawatiran defisit fiskal. Data manufaktur pagi ini yang lebih lemah dari perkiraan juga ikut menekan rupiah,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (2/1/2026).

Mengenai proyeksi pada Senin (5/1/2026), Lukman menyebut pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh data inflasi dan perdagangan Indonesia, yang diperkirakan akan memberikan sinyal yang beragam.

Selain itu, sentimen geopolitik operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden AS Donald Trump dapat memberikan dampak, meski tidak dalam.

“Dampaknya ke rupiah justru bisa positif karena proses selesai dengan cepat tanpa eskalasi lebih besar. Seterusnya, dolar AS justru bisa lebih dilepas investor oleh kekhawatiran aksi AS berikutnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut serangan udara Saudi di Yaman dan deklarasi Iran tentang “perang skala penuh” dengan Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Israel turut menjadi sentimen.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 16.725 Per Dolar AS Hari Ini (2/1), Baht Perkasa

“Kondisi ini telah meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas, dan Trump memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut jika Iran melanjutkan pembangunan kembali program nuklirnya,” ujar Ibrahim.

Dengan berbagai faktor di atas, Ibrahim memproyeksi rupiah pada Senin (5/1/2026) akan bergerak di kisaran Rp 16.720 – Rp 16.750 per dolar AS. Sedangkan Lukman membidik rupiah di rentang Rp 16.650 – Rp 16.800 per dolar AS.

Selanjutnya: Sejumlah Perusahaan Multifinance Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×