kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rupiah Tertekan, BI Disarankan Perkuat Intervensi di Pasar Valas


Senin, 06 April 2026 / 17:31 WIB
Rupiah Tertekan, BI Disarankan Perkuat Intervensi di Pasar Valas
ILUSTRASI. Semarak penukaran uang rupiah untuk Imlek (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendorong Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat langkah stabilisasi melalui intervensi di berbagai instrumen pasar keuangan.

Mengutip data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026), kurs USD/IDR berada di level Rp 17.035 per dolar AS atau melemah 0,32%.

Sepanjang Maret, rupiah bahkan sempat menyentuh level terlemah di Rp 17.041 per dolar AS pada Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.002, Ekonom Nilai Kebijakan FX Repo BI Tak Cukup Ampuh

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan dalam jangka pendek BI perlu melakukan strategi intervensi ganda (dual intervention) untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"BI melakukan intervensi langsung di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) serta pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan valas," ujar Wahyu kepada Kontan, Senin (6/4/2026).

Di sisi kebijakan moneter, Wahyu melihat BI cenderung mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Namun, kenaikan suku bunga tetap terbuka jika tekanan inflasi akibat pelemahan rupiah mulai mengancam target.

Pandangan serupa disampaikan Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo.

Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Bisakah Instrumen BI SVBI dan SUVBI Jaga Stabilitas?

Ia menilai optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan imbal hasil kompetitif menjadi strategi kunci untuk menarik aliran modal portofolio asing.

Meski demikian, dengan inflasi Maret yang masih terjaga di level 3,48%, BI dinilai masih memiliki ruang untuk bersikap sabar namun waspada. 

Menurut Sutopo, kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) diperkirakan menjadi opsi terakhir apabila tekanan eksternal meningkat secara struktural.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×