kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah tersokong faktor eksternal


Selasa, 09 Desember 2014 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. Lavender dan beberapa jenis wewangian alami lainnya yang dibenci dan bisa digunakan sekaligus untuk mengusir nyamuk.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) menguat tipis setelah sehari sebelumnya anjlok cukup tajam mendekati 12.400. Pemicunya, aksi beli yang dilakukan pasar terhadap aset sefe haven seperti yen sehingga membuat dollar AS terkoreksi.

Di pasar spot, Selasa (9/12), pasangan USD/IDR turun 0,5% dari hari sebelumnya menjadi 12.327. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,04% menjadi 12.347.

Faisyal, Analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena dollar AS melemah. Sebab data ekonomi AS menunjukkan, tingkat penjualan ritel November 2014 turun menjadi 17,6% dari sebelumnya 17,9%.

Kendati begitu, Faisyal mengatakan, tren rupiah masih dalam pelemahan. Ia melihat, besok, rupiah masih akan melemah karena dollar AS masih cukup solid. Sementara dari sentimen dalam negeri, pasar sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubenur (RDG) BI yang akan digelar pada 11 Desember. Ia bilang, pasar mengharapkan BI melakukan intervensi untuk mengatasi pelemahan rupiah.

Faisyal menduga, rupiah akan bergulir di rentang 12.300- 12.400.

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×