kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah terseret perlambatan ekonomi China


Senin, 21 Januari 2019 / 17:08 WIB


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data pertumbuhan ekonomi China yang melambat menyeret pelemahan rupiah di awal pekan ini. Senin (21/1), kurs rupiah di pasar spot melemah 0,35% menjadi Rp 14.227 per dollar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, nilai tukar rupiah di kurs tengah Bank Indonesia juga terkoreksi 0,21% ke level Rp 14.212 per dollar AS.

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menjelaskan, ada beberapa sentimen eksternal menjadi menghadang laju rupiah. 

Pertama, pertumbuhan ekonomi China tahun 2018 yang hanya 6,6%. Angka ini menjadi pertumbuhan terendah Negeri Tirai Bambu sejak 1990.

"Hasil tersebut juga membuat mata uang di Asia melemah, termasuk rupiah," kata dia, Senin (21/1). Contohnya, Won Korea yang melemah 0,56%, Peso Filipina terdepresiasi 0,48%.

Kedua, belum adanya kepastian penghentian sebagian pemerintahan AS atawa shutdown selesai membuat investor cenderung melirik aset safe haven. Yang banyak dipilih adalah dollar AS dan US Treasury.

Ketiga, belum jelasnya Brexit. "Hari ini Theresa May akan menyampaikan rencana baru untuk Brexit," tambah Enrico. Namun menurut dia, sentimen Brexit tak terlalu signifikan bagi rupiah.

Enrico memperkirakan, untuk pergerakan rupiah besok cenderung terkonsolidasi di kisaran Rp 14.080-Rp 14.280 per dollar AS. Mengingat, nanti malam pasar AS libur memperingati Martin Luther King Day.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×