Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah tertekan dalam sebulan terakhir, harga emas mulai menunjukkan pemulihan dan membuka peluang akumulasi bagi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.
Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (23/3/2026), harga emas sempat menyentuh level terendah di US$ 4.201 per ons troi. Namun, sejak titik tersebut, harga berangsur pulih.
Pada perdagangan Selasa (31/3) pukul 15.16 WIB, harga emas tercatat menguat 1,15% ke posisi US$ 4.567 per ons troi. Meski demikian, secara bulanan harga emas masih terkoreksi 14,24%.
Baca Juga: Harga Emas Mulai Rebound, Analis Sarankan Strategi Investasi Bertahap
Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai koreksi harga dalam sebulan terakhir justru membuka peluang akumulasi bagi investor.
Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, ia menyarankan strategi pembelian bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) dibandingkan pembelian sekaligus.
“Strategi yang paling elegan dalam kondisi volatilitas tinggi bukanlah melakukan spekulasi satu waktu (lump-sum), melainkan menerapkan metode Dollar Cost Averaging atau pembelian bertahap,” ujarnya, Selasa (31/3).
Menurut Sutopo, strategi DCA dapat membantu menurunkan rata-rata biaya perolehan sekaligus mengantisipasi potensi pembalikan arah dalam jangka panjang.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan Aset Energi Iran, Harga Emas Mulai Bertenaga
Ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik, khususnya di Timur Tengah, berpotensi memicu lonjakan harga emas secara tiba-tiba kembali ke level tertinggi.
Pandangan serupa disampaikan Analis komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono. Ia menilai koreksi harga emas saat ini kerap menjadi momentum masuk bagi investor ritel.
Meski begitu, investor tetap perlu mencermati sejumlah sentimen utama yang memengaruhi pergerakan emas.
Faktor tersebut antara lain sikap wait and see bank sentral Amerika Serikat The Fed serta dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif. Untuk jangka panjang, prospek emas dinilai masih menarik.
Baca Juga: Harga Emas Makin Menggila, Analis Ingatkan Risiko Koreksi Besar di Depan Mata
Sutopo menambahkan, bagi investor dengan tujuan lindung nilai jangka panjang lebih dari dua tahun, harga saat ini masih tergolong potensial, seiring peluang emas menguji level yang lebih tinggi pada kuartal II atau setidaknya semester kedua tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













