kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Rupiah Sempat Menguat, Berbalik Melemah ke Rp 17.670 per Dolar AS Kamis (21/5) Siang


Kamis, 21 Mei 2026 / 13:02 WIB
Rupiah Sempat Menguat, Berbalik Melemah ke Rp 17.670 per Dolar AS Kamis (21/5) Siang
ILUSTRASI. Mata uang Garuda kembali ke zona merah setelah sempat menguat. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis (21/5), setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya.

Kemarin, mata uang Garuda di pasar spot ditutup di level Rp 17.654 per dolar AS atau menguat 0,29% secara harian. Pada perdagangan Kamis (21/5), rupiah dibuka menguat tipis menjadi Rp 17.652 per dolar AS. Namun, per pukul 12.34 WIB, rupiah melemah 0,05% menjadi Rp 17.670 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

"Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat, meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut," ujar Ibrahim.

Ia menambahkan, pasar global juga mencermati ancaman gangguan pasokan minyak dunia akibat penutupan efektif Selat Hormuz. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi global.

Baca Juga: IHSG Merosot 2,76% ke 6.144 Sesi I, Kamis (21/5), Top Losers LQ45: BRPT, CUAN, MEDC

Menurut Ibrahim, situasi tersebut dapat memperbesar peluang bank sentral AS atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya. Prospek kenaikan suku bunga AS itu turut mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, sentimen positif yang sempat menopang penguatan rupiah berasal dari pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8% hingga 6,5%.

Selain itu, Bank Indonesia juga memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.

Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.650 hingga Rp 17.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×