kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Rupiah menunggu paket kebijakan ekonomi jilid VII


Kamis, 19 November 2015 / 19:51 WIB
Rupiah menunggu paket kebijakan ekonomi jilid VII


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat, didukung kejelasan arah kebijakan suku bunga The Fed. Di pasar spot, Kamis (19/11), rupiah menguat 0,32% ke level Rp 13.775 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah melemah tipis 0,17% ke Rp 13.787 per dollar AS.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata mengatakan, notulensi rapat FOMC memberi kejelasan terkait kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Hal tersebut justru membuat posisi dollar AS melemah.

"Pelaku pasar sudah melakukan antisipasi kenaikan suku bunga The Fed," ujarnya. Namun demikian, data-data ekonomi AS masih akan menjadi fokus utama yang terus dipantau pasar.

Sementara dari dalam negeri, pergerakan rupiah menunggu paket kebijakan ekonomi jilid VII untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat. “Ekonomi kita melambat sejak tahun 2009 karena konsumsi rumah tangga,” ujar Josua.

Oleh karena itu, paket kebijakan ekonomi VII diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong ekonomi dalam negeri.

Jumat (20/11), Josua optimistis rupiah akan kembali melanjutkan penguatan setelah kebijakan BI memangkas GWM mampu menciptakan akses likuiditas cukup besar, yakni sekitar Rp 18 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×