kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.010   51,00   0,28%
  • IDX 5.868   -34,44   -0,58%
  • KOMPAS100 776   -6,93   -0,89%
  • LQ45 587   -2,07   -0,35%
  • ISSI 201   -1,05   -0,52%
  • IDX30 335   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 416   2,40   0,58%
  • IDX80 88   -0,50   -0,57%
  • IDXV30 111   0,14   0,12%
  • IDXQ30 108   0,55   0,51%

Rupiah menunggu paket kebijakan ekonomi jilid VII


Kamis, 19 November 2015 / 19:51 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat, didukung kejelasan arah kebijakan suku bunga The Fed. Di pasar spot, Kamis (19/11), rupiah menguat 0,32% ke level Rp 13.775 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah melemah tipis 0,17% ke Rp 13.787 per dollar AS.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata mengatakan, notulensi rapat FOMC memberi kejelasan terkait kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Hal tersebut justru membuat posisi dollar AS melemah.

"Pelaku pasar sudah melakukan antisipasi kenaikan suku bunga The Fed," ujarnya. Namun demikian, data-data ekonomi AS masih akan menjadi fokus utama yang terus dipantau pasar.

Sementara dari dalam negeri, pergerakan rupiah menunggu paket kebijakan ekonomi jilid VII untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat. “Ekonomi kita melambat sejak tahun 2009 karena konsumsi rumah tangga,” ujar Josua.

Oleh karena itu, paket kebijakan ekonomi VII diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong ekonomi dalam negeri.

Jumat (20/11), Josua optimistis rupiah akan kembali melanjutkan penguatan setelah kebijakan BI memangkas GWM mampu menciptakan akses likuiditas cukup besar, yakni sekitar Rp 18 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×