kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Menguat ke Rp 16.662 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (24/9), Terbesar di Asia


Rabu, 24 September 2025 / 11:46 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 16.662 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (24/9), Terbesar di Asia
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot menguat 0,16% ke Rp 16.662 per dolar AS di tengah hari ini dan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil menguat hingga perdagangan tengah hari ini. Rabu (23/9/2025), rupiah berada di level Rp 16.662 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,16% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.688 per dolar AS. Alhasil, rupiah pun menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia.

Hingga pukul 11.42 WIB, mayoritas mata uang di Asia melemah. Di mana, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,34%.

Selanjutnya ada yen Jepang yang turun 0,21% dan dolar Taiwan terkoreksi 0,18%. Disusul, dolar Singapura yang tertekan 0,1%.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.679 Per Dolar AS pada Hari Ini (24/9)

Berikutnya, peso Filipina dan won Korea Selatan yang terlihat terdepresiasi, masing-masing 0,08% dan 0,06%. Lalu, yuan China tergelincir 0,04%.

Kemudian, ringgit Malaysia turun 0,02% dan dolar Hongkong melemah tipis 0,003% di tengah hari ini.

Sementara itu, rupee India berada satu level di bawah rupiah setelah menguat 0,07% terhadap the greenback.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×