kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Rupiah menguat ke Rp 16.500 per dolar AS pada Selasa (24/3)


Selasa, 24 Maret 2020 / 16:40 WIB
Rupiah menguat ke Rp 16.500 per dolar AS pada Selasa (24/3)
ILUSTRASI. Rupiah berhasil menguat 0,45% ke Rp 16.500 dari penutupan sebelumnya, Senin (23/3) di level Rp 16.575 per dolar AS.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah melalui tren negatif beberapa hari ke belakang, rupiah kali ini berhasil ditutup menguat. Mengutip Bloomberg, Selasa (24/3) rupiah di pasar spot berhasil menguat ke level Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat.

Rupiah berhasil menguat 0,45% dari penutupan sebelumnya, Senin (23/3) di level Rp 16.575 per dolar AS. Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,73% ke level Rp 16.486 terhadap dolar AS.

Baca Juga: Kurs rupiah pasar spot menguat 0,55% ke Rp 16.484 per dolar jelang Selasa siang

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengungkapkan penguatan rupiah pada hari ini sebenarnya hanya bersifat sementara. Pasalnya sentimen utama terkait pandemi virus corona hingga saat ini masih terus menelan korban dan wilayah baru.

“Penguatan tidak hanya terjadi di rupiah, tapi semua mata uang memang rebound terhadap dolar AS. Jadi penguatan ini hanya bersifat sementara dan dipengaruhi segi teknikal saja,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3).

Baca Juga: IHSG turun 1,30% ke 3.937 pada penutupan perdagangan Selasa (24/3)

Lukman juga menambahkan, ada peluang pergerakan rupiah bisa jauh lebih stabil pada hari-hari mendatang. Lukman menilai saat ini rupiah sudah terdepresiasi secara cukup besar. Ditambah lagi penguatan dolar AS juga sudah dinilai terlalu tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×