Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada awal pekan. Mengutip data Bloomberg, Senin (23/2/2026), rupiah berada di level Rp 16.802 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,51% dibanding akhir pekan sebelumnya yang Rp 16.888 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 16.818 per dolar AS pada hari ini, menguat 0,39% dari hari sebelumnya yang ada di Rp 16.885 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Ia menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang pada akhir pekan lalu menyebut akan mengenakan tarif 10% terhadap impor global selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 undang-undang perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan rezim tarif sebelumnya yang lebih luas dan kemudian pemerintah AS menaikkan tarif tersebut menjadi 15%.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.802 Per Dolar AS Hari Ini (23/2), Asia Kompak Naik
“Tarif yang menjadi 15%, ini maksimum yang diizinkan berdasarkan undang-undang tersebut, yang meningkatkan kekhawatiran tentang tindakan balasan dan potensi gangguan pada rantai pasokan global,” ujar Ibrahim, Senin (23/2/2026).
Selain itu, ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif, serta kemungkinan tantangan hukum dan kongres, menambah volatilitas pasar.
Dari sisi data ekonomi, Ibrahim mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV tahun lalu direvisi turun tajam dari 4,4% menjadi 1,4% secara tahunan. Pelemahan ini dipicu oleh penutupan pemerintah AS selama 43 hari.
Sementara itu, data inflasi PCE inti terbaru menunjukkan tekanan harga masih bertahan. Tingkat tahunan PCE inti naik menjadi 3,0% dari sebelumnya 2,8%, tetap berada di atas target 2% milik Federal Reserve.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.802, Ini Sentimen Pendorong dan Proyeksi Selasa (24/2)
Untuk perdagangan Selasa (24/2/2026), Ibrahim menilai pasar akan tetap mencermati perkembangan kebijakan tarif global serta respons pasar terhadap prospek kebijakan moneter AS.
Ia memproyeksikan rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp 16.750 - Rp 16.900 per dolar AS.
Selanjutnya: IHSG Menguat 1,5% ke 8.396 pada Senin (23/2/2026), BRPT, UNVR, EXCL Top Gainers LQ45
Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Periode 23-28 Februari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Kurma
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)