kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Rupiah menguat 3,36% dalam sepekan, ini penyebabnya


Kamis, 30 April 2020 / 19:17 WIB
Rupiah menguat 3,36% dalam sepekan, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020).


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah dalam sepekan ini berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Merujuk Bloomberg, dalam sepekan terakhir, rupiah berhasil menguat sebesar 3,36% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (30/4), rupiah menguat ke level Rp 14.882 per dolar AS. Level tersebut menguat 2,70% jika dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp 15.295 per dolar AS.

Berdasarkan pergerakan kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda juga tercatat mengalami penguatan. Sepekan terakhir, kurs tengah BI menguat 2,55% ke level Rp 15.157 per dolar AS. Level tersebut juga menguat 1,67%% jika dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga: Kurs rupiah perkasa pada Kamis (30/4), ini penyebabnya

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengutarakan, penguatan rupiah dalam sepekan cenderung didorong oleh sentimen di pasar finansial global. Josua menyebut faktor pertama berasal dari keputusan beberapa negara, seperti Australia dan AS yang mulai memperlonggar restriksi di beberapa daerah.

“Hal tersebut menjadi sinyal bagus pemulihan perekonomian. Penguatan rupiah juga berasal dari sinyal The Fed yang akan mempertahankan tingkat suku bunga yang mendekat 0%,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (30/4).

Setali tiga uang, analis Monex Investindo Futures Faisyal juga cenderung menilai penguatan rupiah didorong oleh sentimen eksternal, khususnya pelemahan dolar AS.

Selain sinyal dari The Fed, Faisyal juga menyebut pelemahan dolar AS didorong oleh buruknya angka GDP AS.

Baca Juga: Di tengah pandemi, Pegadaian salurkan pembiayaan hingga Rp 11,2 triliun

“Katalis positif juga datang dari adanya kabar mengenai perkembangan vaksin virus corona dari perusahaan asal AS, Gilead. Kabar baik ini membuat para pelaku investasi kembali bergairah dan melirik aset berisiko sehingga menjadi dorongan terhadap penguatan rupiah,” pungkas Faisyal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×