kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Rupiah mengantisipasi BI rate turun


Rabu, 13 Januari 2016 / 06:50 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tingginya tekanan eksternal kembali menjadi penyebab tergerusnya nilai tukar rupiah. Di pasar spot Selasa (12/1), valuasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tergelincir 0,34% ke Rp 13.909 dibanding hari sebelumnya.

Sebaliknya, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia terangkat 0,71% ke Rp 13.835.

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia, mengatakan, dollar tengah menguat. Penyokongnya, data labor market conditions index Desember 2015 naik dari 2,7% ke 2,9%.

"Dengan minimnya dukungan internal, gempuran USD ini tidak memiliki penahan," kata David.

Apalagi ada ekspektasi The Fed menaikkan suku bunga di tahun 2016 sekitar 1,25%-1,50%. Di sisi lain, Yulia Safrina, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, belum melihat ada tanda-tanda China akan segera pulih dari gejolak ekonominya.

"Rupiah sebagai mata uang regional Asia, ikut terkena imbas negatif China," kata Yulia. Rupiah diduga kembali melemah pada Rabu (13/1), jika surplus neraca perdagangan China Desember 2015 mengecil.

David menambahkan, pelaku pasar wait and see mengantisipasi rapat Dewan Gubernur BI yang berpeluang memutuskan penurunan suku bunga acuan atau BI rate.

David menduga, rupiah di 13.850–13.950. Prediksi Yulia, di 13.820–14.050.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×