kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Rupiah Menembus Level Rp 17.300 per Dolar AS Pekan Ini, Simak Proyeksinya Pekan Depan


Sabtu, 25 April 2026 / 09:10 WIB
Rupiah Menembus Level Rp 17.300 per Dolar AS Pekan Ini, Simak Proyeksinya Pekan Depan
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir cenderung berfluktuasi.

Nilai tukar rupiah di pasar spot  ditutup di level Rp 17.229 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/3/2026), menguat 0,33% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.286 per dolar AS. 

Walaupun demikian, rupiah pada Kamis (23/4) pukul 09.35 WIB sempat menembus level Rp 17.310 per dolar AS.

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi, menilai, tekanan terhadap rupiah masih didominasi oleh sentimen eksternal, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 20.000 Menjadi Rp 2.825.000 Per Gram, Sabtu (25/4)

"Ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi,, menyusul laporan menunjukkan bahwa negosiator utama Teheran untuk pembicaraan yang dimediasi Pakistan dengan Washington telah mengundurkan diri," ungkap Ibrahim Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran serta klaim terkait kondisi militer Iran turut memperkeruh sentimen pasar. 

Kekhawatiran ini mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memperkuat dolar AS, yang pada akhirnya menekan rupiah.

Di sisi lain, meski terdapat perpanjangan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah, termasuk antara Israel dan Lebanon, hal tersebut belum mampu meredakan kekhawatiran pelaku pasar secara signifikan.

Ibrahim menambahkan, konflik yang terus berlangsung di kawasan Asia Barat Daya berpotensi memicu krisis energi global dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara. 

Baca Juga: BEI Keluarkan BREN dan DSSA dari Indeks LQ45, Ini Daftar Saham Penggantinya

Bagi Indonesia, dampak tersebut tetap terasa meskipun pemerintah memilih menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kondisi fiskal yang sudah rentan bahkan sebelum pecah perang, sekali lagi menghadapi tantangan besar," imbuhnya.

Untuk sepekan ke depan, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan dibayangi volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.180 hingga Rp 17.400 per dolar AS pada pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×