kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Rupiah melemah, nilai proyek SMGR melambung


Selasa, 03 Desember 2013 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) akan gelar rights issue di tahun ini


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turut merasakan efek negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah. Pelemahan tersebut membuat nilai proyek perseroan jadi melambung. Penyebabnya karena proyek tersebut membutuhkan peralatan impor.

Dwi Soetjipto, Direktur Utama SMGR mengatakan saat ini pihaknya sedang mengerjakan pabrik semen di Rembang, Jawa Timur dan Padang, Sumatera Barat. Kedua proyek tersebut membutuhkan investasi awal sekitar Rp 7 triliun.

"Kemarin sudah dihitung di posisi kurs Rp 11.500 per US$ akan ada kenaikan investasi sekitar 18%. Karena saat studi kelayakan kami gunakan kurs Rp 9.500 per US$," ujar Dwi kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (3/12).

Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan menambahkan kenaikan nilai proyek tersebut disebabkan dari pembelian mesin pabrik yang memang harus diimpor. "Dari nilai proyek Rp 7 triliun yang harus impor hanya Rp 3 triliun. Jadi kenaikannya dari Rp 3 triliun tersebut," ujar Agung.

Agung memproyeksikan kenaikan harga proyek tersebut sekitar Rp 600 miliar. Jadi total nilai proyek tersebut menjadi Rp 7,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×