Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (17/6), seiring aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan signifikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.762 per dolar AS, melemah 0,21% dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp 17.725 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,19% menjadi Rp 17.753 per dolar AS dari posisi sehari sebelumnya Rp 17.719 per dolar AS.
Baca Juga: Kawan Lama Solution Perkuat Operasional Terintegrasi untuk Industri
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal dan sikap hati-hati investor dibanding perubahan fundamental yang signifikan.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh aksi profit taking setelah penguatan besar yang terjadi belakangan ini. Selain itu, investor memilih wait and see menjelang hasil Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini dan RDG Bank Indonesia besok," ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (17/6).
Menurut Lukman, pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi arah kebijakan bank sentral AS dan Bank Indonesia. Namun, rupiah berpotensi kembali menguat apabila hasil RDG BI sesuai ekspektasi pasar, yakni kenaikan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
"Rupiah diperkirakan bisa berbalik menguat apabila sesuai perkiraan BI menaikkan suku bunga besok," kata Lukman.
Di sisi eksternal, hasil FOMC juga menjadi perhatian investor. Namun, pasar memperkirakan keputusan dan pernyataan yang disampaikan bank sentral AS tidak akan memberikan sentimen positif yang kuat bagi dolar AS.
Hal itu seiring ekspektasi bahwa kepemimpinan baru di Federal Reserve akan cenderung mengadopsi pendekatan yang lebih dovish terhadap kebijakan moneter sehingga membuka ruang bagi pelonggaran suku bunga ke depan.
Untuk perdagangan Kamis (18/6), Lukman memperkirakan bergerak pada kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.800 per dolar AS dengan peluang menguat apabila sentimen dari dalam negeri mendukung.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.762 Per Dolar AS Hari Ini (17/6), Asia Terkoreksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













