Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13% ke level Rp 17.127 per dolar AS pada Selasa (14/4). Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia berada di posisi Rp 17.135 per dolar AS.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menilai tekanan terhadap rupiah masih didorong oleh memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham EXCL Usai Ubah Strategi Seleksi Pelanggan dan Ekspansi 5G
"Secara domestik, fokus pasar tertuju pada rilis data fundamental dan persepsi terhadap ketahanan fiskal Indonesia," ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).
Penurunan cadangan devisa pada Maret turut memberi tekanan psikologis bagi pasar, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kemampuan otoritas dalam menahan laju pelemahan rupiah di tengah arus keluar modal asing.
Selain itu, pasar menyoroti implementasi program strategis pemerintahan Prabowo Subianto yang berpotensi memengaruhi proyeksi defisit anggaran. Ketidakpastian terkait disiplin fiskal dinilai dapat membuat investor asing lebih berhati-hati terhadap aset domestik.
Secara teknikal, Sutopo memperkirakan rupiah pada perdagangan Rabu (15/4) akan bergerak dalam rentang Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per dolar AS.
Menurut Sutopo, level Rp 17.200 menjadi area resistansi penting. Jika level tersebut ditembus, risiko pelemahan menuju level terendah baru semakin terbuka.
Sebaliknya, jika ketegangan geopolitik mereda termasuk melalui potensi kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz, maka rupiah berpeluang menguat kembali ke bawah Rp 17.100 per dolar AS.
Baca Juga: Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Agresif Lakukan Ekspansi, Simak Rekomendasi Sahamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













